Palembang, Gesuri.id — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Ayu Nur Suri, mendorong seluruh kader untuk mengisi momentum kemerdekaan dengan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Ayu saat Pesta Rakyat yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Palembang di Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Sabtu (22/8).
Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah dan diikuti ratusan warga. Hadir jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Fraksi PDI Perjuangan, pengurus PAC dan ranting se-Kota Palembang, kader, simpatisan serta masyarakat.
Menurut Ayu, Pesta Rakyat tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong dan kedekatan partai dengan masyarakat.
“Pesta Rakyat ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita terus memperkuat persatuan, gotong royong dan hadir bersama rakyat,” kata Ayu.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
Ayu menegaskan, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan perjuangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kemerdekaan jangan hanya kita rayakan, tetapi harus kita isi dengan perjuangan. Kemerdekaan harus benar-benar dirasakan seluruh rakyat,” tegasnya.
Ia mengatakan, prinsip tersebut sejalan dengan politik kerakyatan yang menjadi bagian dari perjuangan PDI Perjuangan.
Karena itu, Ayu mengingatkan kader agar tidak hanya hadir ketika momentum politik atau pemilu. Kader harus terus berada di tengah masyarakat, mendengar aspirasi dan ikut memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kader PDI Perjuangan tidak boleh hanya hadir ketika pemilu. Ketika rakyat kesulitan, kita datang. Ketika rakyat menyampaikan aspirasi, kita dengar. Ketika rakyat membutuhkan pembelaan, kita berdiri di depan,” ujarnya.
Dalam momentum kemerdekaan tersebut, Ayu juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali gagasan Bung Karno tentang Trisakti, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Menurutnya, Trisakti tidak boleh berhenti sebagai gagasan sejarah, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang menyentuh kehidupan rakyat.

“Bagi kita, kader PDI Perjuangan, Trisakti bukan sekadar sejarah. Trisakti adalah jalan perjuangan,” katanya.
Ia menilai semangat Trisakti dapat diwujudkan melalui perjuangan meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan kesejahteraan pekerja dan petani, serta memberikan keberpihakan kepada pelaku usaha kecil.
“Kemerdekaan harus dirasakan oleh rakyat kecil. Anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang baik, buruh mendapatkan penghidupan yang layak, petani semakin sejahtera dan pelaku usaha kecil mendapatkan keberpihakan,” tutur Ayu.
Ayu juga mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan. Ia menilai perbedaan pilihan politik tidak boleh menghilangkan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Perbedaan adalah kekayaan, persatuan adalah kekuatan dan gotong royong adalah jalan. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan sebagai anak bangsa harus tetap kita jaga,” ucapnya.
Ia berharap semangat gotong royong yang tumbuh dalam Pesta Rakyat tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Semangat tersebut harus menjadi energi bagi kader untuk terus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat.
Ayu turut mengajak generasi muda mengambil peran dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, anak muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Mengisi kemerdekaan, kata dia, dapat dilakukan melalui pendidikan, penguasaan teknologi, kreativitas, inovasi dan keberanian untuk berkarya.
“Jangan menjadi penonton sejarah. Jadilah bagian dari sejarah. Generasi muda harus berani berkarya dan memberikan manfaat bagi bangsa dan rakyat,” pesannya.
Ayu kemudian mengajak seluruh jajaran DPC, Fraksi, PAC, ranting dan kader PDI Perjuangan Kota Palembang memperkuat konsolidasi serta memperbanyak kerja-kerja kerakyatan.
“Tugas kita sekarang adalah menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Kita isi kemerdekaan dengan kerja keras, gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat,” tuturnya.
Melalui Pesta Rakyat tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Palembang menegaskan kembali komitmennya memperkuat politik kerakyatan. Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi diwujudkan melalui kehadiran dan kerja nyata bersama masyarakat.
“Mari kita jaga Indonesia, kita rawat Pancasila, kita perkuat persatuan dan terus hidupkan gotong royong. Kemerdekaan adalah amanat. Jangan biarkan rakyat hanya menjadi penonton dari kemerdekaan yang mereka perjuangkan,” pungkas Ayu.

















































































