Ikuti Kami

Puti Soekarno: Gagasan Bung Hatta Tetap Relevan untuk Indonesia Hari Ini

124 Tahun Bung Hatta. Mengenang sosok negarawan yang hidup dalam kesederhanaan, berpikir dengan ketajaman, dan mengabdi dengan ketulusan

Puti Soekarno: Gagasan Bung Hatta Tetap Relevan untuk Indonesia Hari Ini
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Puti Guntur Soekarno yang juga cucu Proklamator dan Presiden RI Pertama Bung Karno hadir dalam Pameran Foto 124 Tahun Bung Hatta - Foto: Alvin/Gesuri.id

Jakarta, Gesuri.id — TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, menjadi ruang untuk kembali mengenang jejak perjuangan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, dalam 124 tahun perjalanan hidupnya, Rabu (12/8/2026).

Peringatan 124 Tahun Bung Hatta tersebut diisi dengan rangkaian kegiatan ziarah dan doa bersama, pameran foto serta arsip sejarah, hingga diskusi publik mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Diskusi dipandu Gustika Hatta dan menghadirkan Bonnie Triyana, Halida Hatta, serta Erwien Kusuma.

Di tengah suasana kebangsaan itu, sejumlah kader PDI Perjuangan turut hadir. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Puti Guntur Soekarno tampak berinteraksi bersama keluarga besar Bung Hatta sebelum rangkaian acara dimulai.

Kehadiran Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno, menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok Bung Hatta yang dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjuangan mendirikan Republik Indonesia bersama Bung Karno.

Bagi Puti Guntur Soekarno, mengenang Bung Hatta tidak cukup hanya dengan mengingat perjalanan sejarahnya. Gagasan dan pemikiran Bung Hatta, menurutnya, perlu terus diterjemahkan dalam konteks kehidupan Indonesia saat ini.

Salah satu gagasan yang dinilai tetap relevan adalah pemikiran Bung Hatta mengenai ekonomi kerakyatan dan koperasi sebagai wadah untuk memperkuat kesejahteraan rakyat.

“Bung Hatta dan gagasannya, masih relevan untuk Indonesia sampai hari ini,” ujar Puti dalam suasana peringatan tersebut.

Menurut Puti, Bung Hatta bukan hanya seorang pejuang dan pemikir, tetapi juga seorang negarawan yang memberikan keteladanan melalui kesederhanaan hidup, ketajaman berpikir, serta pengabdian yang tulus kepada bangsa.

“124 Tahun Bung Hatta. Mengenang sosok negarawan yang hidup dalam kesederhanaan, berpikir dengan ketajaman, dan mengabdi dengan ketulusan,” ungkapnya.

Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali diskursus mengenai gagasan para pendiri bangsa, terutama dalam memahami proses lahirnya Proklamasi Kemerdekaan dan fondasi kehidupan bernegara yang dibangun sejak awal Republik.

Bagi generasi hari ini, warisan pemikiran Bung Hatta tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Prinsip ekonomi kerakyatan, koperasi, demokrasi, dan keberpihakan kepada kesejahteraan rakyat tetap menjadi gagasan yang dapat dikontekstualisasikan untuk menjawab tantangan Indonesia masa kini.

Di lokasi pameran, bunga anggrek dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri turut hadir sebagai simbol penghormatan. Kehadiran tersebut sekaligus memperlihatkan kedekatan sejarah antara keluarga besar Bung Karno, keluarga besar Bung Hatta, dan perjalanan panjang perjuangan kebangsaan Indonesia.

Peringatan 124 Tahun Bung Hatta akhirnya bukan sekadar kegiatan mengenang seorang tokoh sejarah. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa membawa tanggung jawab untuk terus merawat gagasan, nilai, dan cita-cita yang mendasari berdirinya Republik Indonesia.

Pemikiran serta keteladanan Bung Hatta pun tetap menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa, sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk menerjemahkan cita-cita kemerdekaan ke dalam kehidupan Indonesia hari ini.

 

Quote