Ikuti Kami

Bonnie Triyana: Bung Hatta dan Nasionalisme Indonesia Tak Bisa Dilepaskan dari Gerakan Transnasional

Bung Hatta merupakan salah satu tokoh penting yang turut membawa gerakan nasionalisme Indonesia ke dalam percakapan yang lebih luas.

Bonnie Triyana: Bung Hatta dan Nasionalisme Indonesia Tak Bisa Dilepaskan dari Gerakan Transnasional
Sejarawan yang juga Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Bonnie Triyana dalam Diskusi Sejarah Seputar Kemerdekaan Indonesia yang merupakan rangkaian Pameran Foto 124 Tahun Bung Hatta - Foto: Alvin/Gesuri.id

Jakarta, Gesuri.id — Sejarawan sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Bonnie Triyana menilai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia perlu dibaca dalam konteks yang lebih luas, termasuk keterkaitannya dengan perkembangan nasionalisme dan gerakan transnasional.

Hal itu disampaikan Bonnie dalam Diskusi Sejarah Sekitar Proklamasi: 124 Tahun Bung Hatta yang digelar di Taman Makam Bung Hatta, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

Menurut Bonnie, Bung Hatta merupakan salah satu tokoh penting yang turut membawa gerakan nasionalisme Indonesia ke dalam percakapan yang lebih luas. 

Pemikiran Bung Hatta, kata dia, tidak berdiri sendiri, tetapi berkembang dalam konteks pergerakan nasional dan kesadaran mengenai posisi Indonesia dalam panggung Asia.

Bonnie menilai perspektif tersebut penting untuk memahami sejarah Indonesia secara lebih utuh. 

Gerakan kebangkitan nasional tidak semata-mata lahir dari dinamika di dalam negeri, melainkan juga dipengaruhi pertukaran gagasan dan perkembangan gerakan antarkawasan.

“Bung Hatta itu menjadi salah satu tokoh penting yang membawa gerakan nasionalisme Indonesia sebagai bagian dari gerakan transnasional,” kata Bonnie.

Ia menambahkan, pemikiran Bung Hatta juga memiliki relevansi kuat dalam perkembangan gagasan ekonomi kerakyatan, terutama koperasi. Karena itu, Bung Hatta kemudian dikenal luas sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Bonnie mengatakan, pembacaan sejarah terhadap Bung Hatta perlu terus diperkaya agar masyarakat tidak melihat tokoh sejarah hanya dari satu sudut pandang. 

Dengan demikian, sejarah dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memahami proses panjang terbentuknya bangsa Indonesia.

“Yang kita bicarakan hari ini, Bung Hatta itu ingin melambangkan ataupun memperkaya penjelasan mengenai perjalanan tersebut,” ujarnya.

Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya memperingati 124 tahun kelahiran Bung Hatta sekaligus mengajak masyarakat melihat kembali dinamika sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secara lebih kritis dan komprehensif.

Quote