Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Rektor Universitas UMMI Bogor, Rokhmin Dahuri, menegaskan umat Islam harus bangkit menjadi umat terbaik sebagaimana pesan Al-Qur’an, namun predikat tersebut merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui iman, ilmu, dan akhlak.
“Solusinya sederhana tapi mendasar: Back to Islam Kaffah & Ittiba’. Penuhi semua syarat itu, maka umat Islam akan kembali berjaya,” kata Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) tersebut.
Hal itu disampaikan Rokhmin dalam tausiyah pada acara Halal Bihalal Keluarga Besar DPC Himpunan Alumni IPB Kota Bogor bertema “Rajut Silaturahmi, Perkuat Kolaborasi” di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA), dikutip Selasa (21/4/2026).
Dalam ceramahnya, Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu menyoroti keterpurukan umat Islam sejak runtuhnya Khilafah Islam terakhir di Turki pada tahun 1924.
“Kondisi kita ibarat buih di lautan, banyak tapi tercerai-berai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga sektor ekonomi, perdagangan, industri, militer, dan geopolitik.
Untuk keluar dari keterpurukan, Rokhmin menekankan tiga syarat utama agar umat Islam kembali menjadi umat terbaik, yakni memiliki IMTAQ yang kokoh, menjalani kehidupan secara kaffah dan ittiba’ sesuai tuntunan Al-Qur’an, serta berakhlak mulia.
“Lebih dari itu, umat Islam akan hidup bahagia di akhirat sebagai penghuni surga, terhindar dari siksa kubur dan neraka," tegasnya.
Ia juga menggambarkan karakter umat terbaik sebagaimana doa dalam QS. 2:201, yakni kehidupan yang sukses dan bahagia di dunia sebagai bangsa yang sejahtera, damai, kuat, maju, bersatu, dan berdaulat.
Tausiyah tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya berbangga dengan predikat “umat terbaik”, tetapi juga berupaya memenuhi syarat-syaratnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus kembali kepada Islam secara kaffah, agar umat ini tidak lagi menjadi buih, melainkan ombak besar yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu.

















































































