Malang, Gesuri.id – Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menegaskan bahwa restrukturisasi kepengurusan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) merupakan langkah krusial untuk mentransformasi PDI Perjuangan menjadi partai yang lebih profesional, modern, dan adaptif.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI serentak yang digelar di Kota Malang baru-baru ini.
Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten
Menurut Andreas, perubahan struktur ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan upaya serius dalam menjawab tantangan zaman.
Andreas menjelaskan bahwa dalam kepengurusan baru, partai menerapkan standar ketat untuk memastikan keterwakilan yang inklusif. Hal ini dilakukan demi menjaga relevansi partai di mata pemilih masa kini.
"Ini adalah bagian dari regenerasi dan profesionalisasi partai. Semua aturan yang telah digariskan harus dijalankan tanpa pengecualian," ujar Andreas.
Beberapa poin kunci dalam restrukturisasi ini meliputi:
- Keterwakilan Perempuan: Minimal 30% dalam struktur kepengurusan.
Peran Anak Muda: Minimal 20% porsi kepengurusan dialokasikan untuk kaum muda.
- Modernisasi Organisasi: Membangun sistem partai yang lebih sistematis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial.
Baca:
Senada dengan Andreas, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengingatkan para kader bahwa kekuatan utama partai tetap terletak pada keberpihakan kepada rakyat kecil (wong cilik).
“Partai ini lahir dari perjuangan panjang. Semangat itu tidak boleh padam dan harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Kepemimpinan kita hari ini adalah tentang mempertaruhkan masa depan generasi berikutnya,” tegas Amithya.

















































































