Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edoardus Kaize, melakukan panen raya padi perdana bersama Kelompok Tani Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Matara, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.
"Sagu itu yang bikin kita bisa bertumbuh sampai hari ini. Kita diimbangi dan tidak lupa dengan sagu. Bibit sagu ada dan akan ditanami di pinggirnya, supaya kita tidak menjadikan beras sebagai satu-satunya makanan harian," tegas Edoardus, dikutip Rabu (22/4/2026).
Ia juga menyoroti kendala infrastruktur yang dihadapi petani, khususnya kondisi jalan usaha tani yang belum memadai dan sulit dilalui kendaraan.
"Hari ini kami datang untuk melihat apa adanya. Kalau kita tidak jalan kaki sampai di sini, kita tidak tahu kondisinya. Jalan usaha tani yang masih berlumpur ini akan kita prioritaskan dalam usulan kita ke pusat," tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Edoardus didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Yermias Paulus Ruben Ndiken, Kepala Dinas Pertanian Yosefa Rumaseu, serta jajaran pejabat teknis lainnya.
Sekda Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken menyampaikan bahwa masyarakat OAP saat ini tengah berada dalam masa transisi pola tanam dari komoditas sagu ke padi sawah, sehingga membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
"Masyarakat OAP masih tahap belajar mengelola padi sawah, sebab sebelumnya hanya berurusan dengan pohon sagu dan hasil bumi lainnya. Kami berharap bukan hanya bantuan Alsintan yang diberikan, tetapi harus ada pendampingan yang lebih agar masyarakat asli mampu mengelola sawahnya dengan hasil yang lebih banyak," ujar Yermias.
Sementara itu, Kepala Kampung Matara Roberto Untailawal mengungkapkan bahwa sejak 2025, delapan kelompok tani OAP telah mengelola lahan seluas 32 hektare secara mandiri.
Meski hasil panen bervariasi antara 50 hingga 86 karung per kelompok, ia optimistis hasil tersebut akan meningkat apabila kendala transportasi logistik dapat diatasi melalui pembangunan jalan permanen.
Kegiatan panen raya ditutup dengan pertemuan dialogis antara Anggota DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat guna memetakan kebutuhan alat mesin pertanian (Alsintan) dan sarana produksi untuk musim tanam berikutnya.

















































































