Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Ansari menegaskan politik harus berpihak. Keberpihakan pada wong cilik menjadi garis perjuangan yang tak bisa ditawar. Sikap tersebut konsisten dia tunjukkan sejak awal terjun ke dunia politik.
Perempuan asal Pamekasan itu aktif turun langsung bertemu dan menyapa masyarakat hingga pelosok desa dan mendengar keluhan mereka tanpa sekat.
Bagi Ansari, politik tak cukup dibahas di ruang rapat atau mimbar parlemen. Aspirasi rakyat harus didengarkan langsung melalui telinganya. Baik dari ibu rumah tangga, petani, pedagang kecil, hingga generasi muda.
Prinsip itulah yang dia yakini sejalan dengan nilai-nilai PDI Perjuangan. Menurut dia, partai berlambang banteng itu bukan sekadar kendaraan politik, melainkan rumah perjuangan ideologis.
Baca: Ganjar Harap Kepemimpinan Gibran Bisa Teruji
”PDI Perjuangan bukan hanya alat politik, tetapi rumah perjuangan. Nilai gotong royong dan keadilan sosial harus diwujudkan dalam kebijakan. Bukan berhenti sebagai jargon,” kata anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu.
Sebagai wakil rakyat, Ansari aktif mendorong program yang berpihak pada masyarakat bawah. Akses pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi kerakyatan terus diperjuangkan. Semua diarahkan untuk memperkecil jarak antara negara dan rakyat.
Dia menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat adalah amanah politik. Amanah tersebut, kata Ansari, hanya bisa dijawab dengan kerja nyata bukan janji politik lima tahunan.
"Kesejahteraan rakyat bukan sekadar slogan. Konsistensi menjadi kunci dalam menjalankan mandat politik. Terutama bagi mereka yang diberi kepercayaan oleh rakyat,” tegas istri Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan Taufadi itu.
Untuk memastikan keberpihakan itu berjalan, Ansari kerap turun langsung ke lapangan.
Dia mengawal penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran. Sekaligus menjadi penghubung aspirasi dari warga kepada pemerintah.
Sikapnya yang tegas dan merakyat membuatnya mendapat tempat di hati masyarakat.
Ansari dikenal terbuka dan mudah ditemui. Baginya, politik harus hadir dalam kehidupan sehari-hari rakyat.
"Kalau rakyat masih berada dalam kondisi sulit, berarti perjuangan masih belum selesai,” ujarnya. Prinsip itu terus dia pegang dalam setiap langkah politiknya.
Sejak dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, Ansari aktif menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran. Namun, dia tidak membatasi peran hanya di gedung parlemen. Pengawasan lapangan menjadi prioritas.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari bermitra dengan sejumlah kementerian dan lembaga. Di antaranya, Kemenag, Kemensos, Kementerian PPPA, BNPB, Baznas, hingga BPKH. Semua kerja kemitraan diarahkan untuk kepentingan rakyat.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Berbagai program sosialisasi digelar di empat kabupaten di Madura. Mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Dia sering mengangkat isu-isu penting tentang pendidikan, keagamaan, haji, hingga sertifikasi halal.
Selain sosialisasi, Ansari turun langsung mengawal penyaluran bantuan. Misalnya, bantuan dari Kemensos berupa alat bantu disabilitas, rumah sejahtera, bantuan PKH, hingga keserasian sosial.
Semua dikawal agar benar-benar dirasakan masyarakat. Dari Kemenag, Ansari juga menyalurkan beasiswa PIP dan KIP. Selain itu, ada bantuan pesantren, renovasi masjid dan musala, serta penyaluran Al-Qur’an.
Dia juga mengawal penyaluran bantuan dari BPKH berupa distribusi air bersih, renovasi madrasah, dan pengembangan ternak kelompok tani. Melalui Baznas, Ansari juga membantu menyalurkan paket sembako untuk warga yang membutuhkan.
Masyarakat menilai Ansari sebagai politisi yang konsisten dan tidak berjarak. Ansari menyatakan, politik bukan soal posisi, melainkan keberpihakan. Selama rakyat kecil masih membutuhkan, dia menegaskan akan terus berada di barisan mereka.
"Kerja nyata dan kolaborasi adalah jalan mewujudkan keadilan sosial,” pungkasnya

















































































