Jakarta, Gesuri.id — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengapresiasi dominasi anak muda dan perempuan dalam komposisi kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) hasil Musyawarah Anak Cabang (Musancab) gelombang pertama yang digelar di Surabaya, Jumat (10/4).
Komposisi baru tersebut dinilai menghadirkan energi segar sekaligus memperkuat mesin partai hingga tingkat kecamatan sebagai ujung tombak pergerakan.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono, mengungkapkan keterlibatan generasi muda dan perempuan melampaui ekspektasi. Keterwakilan kader berusia di bawah 35 tahun rata-rata mencapai 30 persen di tiap wilayah, bahkan partisipasi perempuan di beberapa kecamatan menembus 40 hingga 50 persen.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Marsinah Lebih Layak
“Ini di luar perkiraan kami. Bahkan ada pengurus yang masih berusia 19 tahun. Ini menjadi energi baru dan kami sangat mengapresiasi anak-anak muda yang siap bergabung dan berjuang bersama PDI Perjuangan,” ujar Deni Wicaksono.
Menurutnya, komposisi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan politik ke depan, khususnya menuju Pemilu 2029. Kehadiran kader muda dan perempuan dinilai mampu menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.
“Perempuan juga terus diberi ruang untuk bergerak bersama. Ini bagian dari penguatan partai secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia menegaskan, PAC memiliki peran strategis sebagai ujung tombak partai di tingkat kecamatan. Karena itu, kader di level ini dituntut hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari dinamika kehidupan rakyat.
“PAC harus benar-benar hadir, bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Itu kunci pergerakan partai,” tegas politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.
Deni juga menekankan pentingnya kesamaan visi dan ideologi bagi seluruh pengurus, baik kader baru maupun lama, agar soliditas partai semakin kuat.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Musancab sendiri digelar untuk 24 kabupaten/kota dalam dua hari, yakni 10 daerahJumat (10/4) dan 14 daerah, Sabtu (11/4).
Selanjutnya, konsolidasi akan berlanjut ke tingkat desa dan kelurahan melalui musyawarah ranting (Musran), hingga pembentukan struktur di level dusun atau RW melalui musyawarah anak ranting. Seluruh proses ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Setelah struktur terbentuk, kami lanjutkan dengan kaderisasi sebagai bekal ideologi dan gerakan ke depan,” pungkasnya.

















































































