Sidikalang, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu, membakar semangat ratusan kader dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Dairi.
Kegiatan yang menjadi momentum konsolidasi besar ini digelar di Gedung Nasional Djauli Manik, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Jumat (29/5/2026).
Konsolidasi politik ini melibatkan pengurus dari 15 kecamatan di Kabupaten Dairi. Dalam arahannya, Bane mengucapkan selamat kepada para pengurus PAC yang baru dilantik, sekaligus melempar tantangan besar untuk mengulang sejarah emas partai.
Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda
Bane mengajak kader menengok kembali sejarah politik PDI Perjuangan di Kabupaten Dairi. Ia mengingatkan bahwa partai berlambang banteng moncong putih tersebut baru satu kali berhasil menduduki kursi Ketua DPRD Dairi, yaitu pada Pemilu 1999.
"Secara data, momen tahun 1999 itu merupakan anomali. Saat itu, tanpa kampanye besar pun PDI Perjuangan mampu menang total karena gelombang reformasi. Namun setelah itu, kita belum mampu mengulang kemenangan sebesar itu," ungkap tokoh nasional asal Sumatra Utara tersebut.
Menurut Bane, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang wajib diselesaikan. Ia menegaskan, struktur partai di tingkat kecamatan hingga desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan kekuatan utama penentu kemenangan pada Pemilu 2029 mendatang.
“Selamat bergabung di keluarga besar PDI Perjuangan. Kalian adalah pengurus sekaligus ujung tombak perjuangan partai di tingkat kecamatan. Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) selalu menegaskan bahwa ujung tombak kemenangan ada pada pengurus ranting dan PAC karena merekalah yang setiap hari bersentuhan langsung dengan denyut nadi rakyat,” tutur Bane.
Bane menilai, peluang kader muda dan pengurus PAC untuk "naik kelas" menjadi anggota legislatif pada Pemilu 2029 sangat terbuka lebar, asalkan mereka mau bekerja keras di basis massa.
“Kalian yang dilantik hari ini punya peluang besar untuk duduk di DPRD Dairi pada 2029 nanti. Peta politik itu dinamis. Bisa saja anggota dewan yang sekarang menjabat tidak terpilih kembali. Mengapa kalian berpeluang? Karena kalianlah yang setiap hari paling dekat dengan pemilih,” katanya memotivasi.
Meski demikian, Bane mengingatkan bahwa simpati masyarakat tidak akan datang dengan sendirinya. Ia meminta kader menerapkan strategi politik humanis dengan cara memenangkan hati, bukan sekadar mengandalkan logistik.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN
“Jauh lebih mudah memenangkan suara rakyat jika kita berhasil memenangkan rasa atau ikatan emosional mereka. Jika gagal memenangkan rasa, sebanyak apa pun logistik yang dimiliki belum tentu bisa membawa kemenangan. Cara memenangkan rasa itu adalah hadir, mendengarkan, dan membersamai rakyat dalam suka maupun duka,” paparnya.
Sebagai partai yang dikenal dengan semangat perjuangan wong cilik, Bane meminta seluruh pengurus dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting untuk tetap konsisten memperjuangkan persoalan rakyat kecil dan membenahi komunikasi internal.
“Jangan bermimpi kita bisa menang pada 2029 jika tidak mampu melakukan itu. Tantangan ke depan akan jauh lebih berat. Mari bergerak bersama rakyat dan benahi komunikasi internal. Jangan sampai ada jarak di antara kita,” pungkas Bane.

















































































