Ikuti Kami

Banteng Kota Cilegon Gelar Doa & Dzikir Bersama, Sambut 2026 dengan Muhasabah dan Tekad Perjuangan

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan agenda rutin tahunan yang sarat makna spiritual dan tanggung jawab moral sebagai kader.

Banteng Kota Cilegon Gelar Doa & Dzikir Bersama, Sambut 2026 dengan Muhasabah dan Tekad Perjuangan

Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon bersama jajaran pengurus PAC, Ranting, hingga Anak Ranting menggelar Doa dan Dzikir Bersama sebagai bentuk penyambutan Tahun Baru 2026, sekaligus refleksi mendalam atas perjalanan perjuangan partai dan kondisi masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon, H. Reno Yanuar, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan agenda rutin tahunan yang sarat makna spiritual dan tanggung jawab moral sebagai kader partai.

“Dzikir dan doa bersama ini adalah bentuk muhasabah kita semua. Sebagai kader partai, kita wajib melakukan introspeksi dan koreksi diri secara mendalam. Tahun 2026 harus menjadi tahun di mana PDI Perjuangan hadir lebih cepat, lebih kuat, dan lebih nyata dalam membantu masyarakat Kota Cilegon agar semakin sejahtera,” ujar H. Reno Yanuar dengan penuh keteguhan.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Dalam suasana haru, doa juga dipanjatkan untuk saudara-saudara sebangsa yang tengah tertimpa musibah di Aceh dan Sumatera. H. Reno mengajak seluruh kader untuk menundukkan kepala, memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, serta perlindungan bagi mereka yang sedang menghadapi cobaan bencana.

Tak hanya itu, doa juga dipersembahkan untuk para pemimpin daerah, khususnya Wali Kota Cilegon, agar senantiasa diberikan kejujuran, keberanian, dan amanah dalam memimpin, serta mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata di 43 kelurahan dan 8 kecamatan di Kota Cilegon.

Namun di balik lantunan doa, tersimpan kegelisahan mendalam. H. Reno Yanuar secara tegas menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih menghantui Kota Cilegon: pengangguran.

“Cilegon dikenal sebagai kota industri terbesar di Asia Tenggara, pembangunan industrinya luar biasa. Tapi ironis masih terjadi pengangguran tetap tinggi. Ini masalah serius yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak ingin masyarakat Cilegon hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri, sementara geliat industri terus tumbuh tanpa memberikan dampak signifikan bagi warga lokal.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Sebagai bentuk komitmen nyata, H. Reno memastikan bahwa dalam waktu dekat jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon akan segera bertemu dengan Walikota Cilegon untuk menyampaikan masukan, gagasan, dan solusi konkret demi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat Cilegon bekerja, memiliki penghasilan, dan hidup layak. Jangan sampai warga Cilegon hanya menjadi penonton di kotanya sendiri,” pungkas H. Reno Yanuar, menutup sambutan dengan nada tegas dan penuh semangat perjuangan.

Acara doa dan dzikir bersama ini menjadi penanda bahwa PDI Perjuangan Kota Cilegon menyambut Tahun Baru 2026 tidak hanya dengan harapan, tetapi juga dengan tekad, keprihatinan, dan komitmen untuk terus berjuang bersama rakyat.

Quote