Denpasar, Gesuri.id — Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga), membuka Training of Trainer Perempuan Penggerak Akar Rumput (TOT PPAR) di Nirmala Hotel Convention Center, Bali.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, pada 16–17 Oktober 2026.
Bintang Puspayoga menekankan pentingnya peran perempuan sebagai subjek perubahan. Menurutnya, perempuan tidak dituntut untuk menjadi sempurna, melainkan harus berani belajar, bertumbuh, dan mengambil tanggung jawab di tengah masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Sejarah membuktikan bahwa sejak masa sebelum kemerdekaan, perempuan telah tampil menjadi subjek perubahan. Kita mengenal R.A. Kartini, Laksamana Malahayati, dan puluhan pahlawan perempuan lainnya," ujar Bintang Puspayoga.
Ia juga mencontohkan kiprah tokoh-tokoh perempuan pascakemerdekaan, seperti Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, serta Ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia, Puan Maharani.
"Ibu Megawati adalah sosok perempuan tangguh dan berintegritas yang disegani, baik di internal partai maupun dalam percaturan politik nasional dan internasional. Begitu pula Ibu Puan Maharani yang memimpin lembaga legislatif. Kita memiliki sejarah panjang perjuangan perempuan yang berdampak. Kini saatnya melanjutkan perjuangan tersebut dengan kapasitas keilmuan yang terlatih melalui pengalaman bersama masyarakat akar rumput," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bintang Puspayoga mengingatkan amanat Ketua Umum PDI Perjuangan mengenai Pasal 27 Ayat (1) UUD 1945, yang menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. Prinsip kesetaraan ini menjadi dasar dan pedoman pelaksanaan pelatihan TOT PPAR sebagai program utama DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak.
Selama pelatihan, para peserta dibekali kemampuan memfasilitasi kegiatan serta keterampilan untuk turun langsung ke masyarakat. Mereka dilatih untuk mendengar aspirasi serta terlibat aktif dalam kerja kemanusiaan guna membantu memecahkan persoalan perempuan dan anak di tingkat akar rumput. Selain itu, peserta dibekali dengan aplikasi PPAR dan lagu jingle yang diaransemen oleh Prananda Prabowo.
Bintang Puspayoga turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Wayan Koster, atas komitmennya dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Bali.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Bidang Perempuan dan Anak, Kesehatan, serta Penanggulangan Bencana, Anak Agung Istri Paramita Dewi (Gung Mita), menyampaikan laporan mengenai kepesertaan.
Pelatihan ini awalnya ditargetkan diikuti oleh 114 orang. Namun, karena kendala teknis, peserta yang terdaftar secara resmi berjumlah 97 orang. Mereka terdiri atas pengurus DPD, DPC, anggota Fraksi PDI Perjuangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta kader perempuan tingkat PAC.
"Kami berharap seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari ini dengan baik," kata Gung Mita yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Bali.
Melalui kegiatan TOT PPAR ini, diharapkan tercipta kader-kader perempuan partai yang terlatih, cakap, dan percaya diri untuk hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok Bali. Kader perempuan diharapkan mampu tertawa dan menangis bersama rakyat, memecahkan persoalan di tingkat akar rumput, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

















































































