Bandar Lampung, Gesuri.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-56 Bung Karno di kawasan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kamis (25/6).
Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk meneladani nilai-nilai perjuangan sang Proklamator, sekaligus memperkuat komitmen partai dalam mendampingi masyarakat menghadapi tantangan sosial-ekonomi.
Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, menegaskan bahwa bulan Juni memiliki makna historis yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia karena erat kaitannya dengan rekam jejak perjuangan Bung Karno.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

"Juni adalah Bulan Bung Karno. Ini bukan sekadar momentum mengenang beliau sebagai Bapak Bangsa dan Proklamator, melainkan bagaimana kita mewarisi api semangat perjuangan serta nilai-nilai Pancasila yang telah diwariskannya," ujar Winarti.
Menurut Winarti, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi jangkar pemersatu bangsa yang relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Ia juga mengajak generasi muda untuk terus merawat semangat gotong royong demi berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Di sisi lain, Winarti memberikan perhatian serius terhadap situasi domestik saat ini, khususnya fluktuasi harga kebutuhan pokok yang langsung berdampak pada isi dompet masyarakat. Selain isu pangan, akses dan biaya pendidikan yang berkualitas juga menjadi sorotan tajam.

"Kami tidak hanya mendoakan Bung Karno dan para pahlawan. Pikiran kami juga tertuju pada masyarakat yang sedang berjuang menghadapi kesulitan ekonomi, mulai dari harga kebutuhan yang tidak stabil hingga beban biaya sekolah anak-anak. Kami mendesak agar pendidikan berkualitas dapat diakses dengan lebih mudah oleh seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
Menyitir pesan ikonik Bung Karno bahwa "revolusi belum selesai", Winarti mengingatkan bahwa seluruh elemen—mulai dari legislatif, eksekutif, tenaga pendidik, tokoh agama, hingga kaum muda—wajib bergerak dan berjuang di bidangnya masing-masing demi kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Winarti juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

PDI Perjuangan Lampung menilai esensi program ini sangat baik untuk mengintervensi masalah stunting, namun eksekusinya di lapangan wajib dievaluasi secara berkala.
"Kami mendukung penuh setiap program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, suara dan masukan dari masyarakat, mahasiswa, guru, serta wali murid harus didengar. Evaluasi berkelanjutan mutlak diperlukan agar program ini tepat sasaran dan tidak mengalami kendala operasional," tambahnya.
Menutup arahannya, Winarti mengingatkan seluruh kader mengenai instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kader banteng diwajibkan untuk selalu berada di garis depan bersama rakyat.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Garis instruksinya jelas: hadir bersama rakyat. Kami ditugaskan untuk terus mendampingi, mendengar aspirasi, dan memperjuangkan solusi nyata demi kesejahteraan masyarakat," pungkas Winarti.
Sebagai bentuk aksi nyata kepedulian sosial, acara haul ini juga diisi dengan pembagian paket sembako kepada para kader dan pengurus PAC se-Kota Bandarlampung, serta pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim.
Agenda khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi partai, di antaranya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Palgunadi, Bendahara Kostiana, Ketua Fraksi AM Syafii, para anggota fraksi, serta jajaran pengurus harian DPD dan DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung.

















































































