Jakarta, Gesuri.id - Ketua Badan Kehormatan (BK) sekaligus anggota Komisi I DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Herry Arnold Kolondam, SH, mengungkap perjalanan panjangnya dari institusi Polri hingga terjun ke dunia politik.
"Beliau bilang: apa tertarik dengan politik? Saya bilang: aduh, saya ini hanya dari Bintara ke Perwira, kan mau Caleg itu harus biaya besar. Dia bilang: Sudah, tidak ada mahar-maharanya di PDI Perjuangan," kenang Herry, dikutip Kamis (8/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Herry saat menjadi narasumber dalam program Tribun Podcast yang dipandu Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Jumadi Mappanganro, di Studio Podcast Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kairagi 2, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Herry mengawali pengabdiannya selama 37 tahun di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebelum pensiun pada Mei 2018 dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).
Selama berkarier di Korps Bhayangkara, Herry pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Manado serta menduduki sejumlah posisi lainnya di lingkungan kepolisian.
Setelah pensiun, Herry justru melanjutkan pengabdiannya melalui jalur politik. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah terpikir untuk terjun ke dunia politik.
Keputusan tersebut berubah setelah dirinya mendapat tawaran langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, pada awal 2018.
Pertemuan Herry dengan Olly bermula ketika dirinya masih aktif sebagai perwira polisi dan datang mengenakan pakaian dinas untuk mengundang Olly menghadiri HUT Jemaat GMIM di Sumompo.
Dalam perbincangan tersebut, Olly mengenang peran Herry yang kerap memimpin pengamanan kegiatan kampanye sejumlah calon kepala daerah pada masa lalu. Dari obrolan itulah kemudian muncul tawaran untuk bergabung ke dunia politik.
Ingatan Herry terhadap perjalanan PDI Perjuangan sebelum era reformasi juga turut memantapkan pilihannya. Ia mengenang bagaimana partai berlambang banteng tersebut pernah menghadapi berbagai tekanan sebelum reformasi.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari pertimbangan Herry untuk melangkah bersama PDI Perjuangan.
*Sempat Kalah, Berujung PAW*
Perjalanan Herry menuju kursi parlemen tidak berlangsung mulus. Pada Pemilu Legislatif 2019, ia maju sebagai calon anggota legislatif di Dapil 4 yang meliputi Tuminting, Bunaken, dan Bunaken Kepulauan.
Herry sempat dinyatakan kalah dan kehilangan kesempatan untuk duduk di DPRD. Namun, ia tidak menyerah setelah mendapat dorongan dari internal partai untuk memperjuangkan hak suaranya.
Sejumlah gugatan kemudian ditempuh hingga tingkat Mahkamah Konstitusi (MK). Meski perjuangan tersebut sempat kandas, kesempatan akhirnya datang pada 2022 ketika legislator yang sebelumnya menduduki kursi tersebut berpulang.
Herry kemudian dilantik sebagai anggota DPRD Kota Manado melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih melalui pemilihan langsung dan kini menjalani periode kedua sebagai anggota DPRD Kota Manado.
"Ternyata benar kata istri kita. Bahwa semua ada maksud Tuhan. Sekarang Puji Tuhan Alhamdulillah masih mengabdi di fraksi PDI Perjuangan," ungkap Herry.
Di DPRD Manado, Herry dipercaya duduk di Komisi I yang membidangi pemerintahan dan hukum. Ia juga mendapat amanah sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Manado.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai legislator, Herry aktif menyerap aspirasi masyarakat melalui agenda reses. Bersama rekan-rekan di komisi, ia menerima dan memediasi berbagai persoalan yang disampaikan warga.
Aduan tersebut antara lain berkaitan dengan persoalan infrastruktur seperti jalan dan drainase hingga sengketa pertanahan yang membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Latar belakangnya sebagai mantan perwira polisi juga dinilai menjadi salah satu alasan Herry dipercaya memimpin Badan Kehormatan DPRD Manado.
"Mungkin karena mereka lihat saya latarbelakang polisi jadi saya jadi BK. Tugas BK itu kalau ada anggota yang bermasalah di internal, dan sepanjang itu melakukan hal-hal yang mencoreng nama baik marwah DPR tentu yang menangani Badan Kehormatan," terang dia.
Dengan pengalaman panjang di kepolisian dan kini menjalani pengabdian sebagai legislator, Herry menilai perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses hidup yang membawanya tetap berada di jalur pengabdian kepada masyarakat.

















































































