Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa konsolidasi partai tidak melulu harus dikemas dalam bentuk rapat atau pertemuan formal.
Menurutnya, kerja politik PDI Perjuangan justru terbangun dari berbagai kegiatan keseharian yang melibatkan kader dan masyarakat langsung.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Hal itu disampaikan Armuji di sela-sela agenda Konsolidasi Internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di Vasa Hotel, Surabaya, Minggu (23/8).
"Konsolidasi partai di PDI Perjuangan itu dilakukan setiap kali ada kegiatan. Jadi tidak terbatas pada forum resmi seperti ini saja," kata Armuji.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya tersebut menjelaskan, berbagai kegiatan kemasyarakatan—seperti olahraga bersama, pentas seni, hingga ajang kebudayaan—merupakan bagian penting dari strategi konsolidasi partai.
Menurut Armuji, indikator utama keberhasilan konsolidasi adalah sejauh mana partai mampu merangkul seluruh elemen dan lapisan masyarakat secara inklusif.
"Keberhasilan konsolidasi itu terlihat ketika partai bisa merangkul semua komponen yang ada. Semakin banyak unsur masyarakat yang terlibat dan saling terhubung, semakin kuat pula struktur serta ikatan yang terbangun," jelasnya.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Pendekatan populer dan merakyat ini, lanjut Armuji, merupakan identitas mendasar yang membedakan PDI Perjuangan dengan partai politik lainnya.
"Bisa lewat olahraga, bisa lewat seni, maupun agenda formal. Yang utama adalah ruang untuk mempertemukan kader dengan rakyat. Itulah karakter PDI Perjuangan," pungkasnya

















































































