Ikuti Kami

Megawati Hadiri Pengukuhan Yasonna Jadi Guru Besar PTIK

Pengukuhan ini didasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 25458/M/KP/2019 tanggal 11 Juli 2019.

Megawati Hadiri Pengukuhan Yasonna Jadi Guru Besar PTIK
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani saat menghadiri pengukuhan Yasonna Laoly sebagai Guru Besar Ilmu Krimonologi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (11/9). Foto: tribunnews.com.

Jakarta, Gesuri.id - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Krimonologi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Pengukuhan ini didasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 25458/M/KP/2019 tanggal 11 Juli 2019.

Baca: Yasonna Diangkat Sebagai Profesor Ilmu Kriminologi

Sidang Pengukuhan Yasonna dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. "Terhitung 1 Juni 2019 mengangkat Yasonna H Laoly, diangkat dalam jabatan professor dosen tidak tetap dalam bidang kriminologi," ujar Tito.

Dalam orasi ilmiahnya Yasonna menyampaikan isu cyber bully dan dampaknya bagi demokrasi yang berjudul 'Dampak Cyber Bullying dalam Kampanye Pemilu terhadap Masa Depan Demokrasi di Era 5.0'.

Menurutnya, fenomena cyber bullying tak sekedar mengganggu kesehatan jiwa remaja dan perhatian psikolog semata. Namun, ternyata cyber bullying berubah menjadi cyber victimization. Dimana perlu perhatian lebih dari kriminolog, peneliti hingga ilmuwan sosial.

"Sebab, menggejalanya cyber bullying dan cyber victimization ini telah menghadirkan malapetaka sosial, yakni terciptanya polarisasi yang keras di tengah masyarakat," ujar Yasonna, dilansir dari tribunnews.com.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai hal ini terjadi karena diabaikannya sisi positif dari internet, khususnya media sosial. Yang diyakini sebagai sarana mengkampanyekan segi-segi terbaik dari praktik berdemokrasi di era digital democracy.

Ia menyebut terbatasnya teori kriminologi dan penelitian terkait cyber bullying dan cyber victimization juga menjadi tantangan bagi para pakar untuk menjelaskan secara ilmiah.

Baca: Jelang Akhir Masa Jabatan, Yasonna Laoly Pamit

"Kita harus memberikan perhatian yang khusus dan melakukan penelitian lanjutan. Kita perlu melakukan revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, tidak untuk memberikan hukuman, tetapi utamanya untuk memberikan pedoman dalam penggunaan sarana internet, dan mencegah terjadinya cyber bullying, cyber crime dan cyber victimization," ungkapnya.

Diketahui hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menko PMK Puan Maharani, hingga Ketua MK Anwar Usman.

Quote