Ikuti Kami

Menolak Lupa Peristiwa Kudatuli dan Keteguhan Jiwa Wong Cilik

PDI Perjuangan akan selalu bangkit dan bertahan meski terus-menerus mendapat tekanan politik dari berbagai arah.

Menolak Lupa Peristiwa Kudatuli dan Keteguhan Jiwa Wong Cilik

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa partainya adalah wadah aspirasi wong cilik (rakyat kecil) yang tidak akan pernah padam. 

Ia meyakini, PDI Perjuangan akan selalu bangkit dan bertahan meski terus-menerus mendapat tekanan politik dari berbagai arah.

​"Kita adalah partainya wong cilik. Peristiwa 27 Juli menunjukkan bahwa jika wong cilik bersatu, meskipun dihantam dan ditekan, mereka akan bangkit melawan. Partai ini tidak akan pernah mati," ujar Djarot beberapa waktu lalu.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Peristiwa Kudatuli bukan sekadar lembaran hitam dalam sejarah internal partai, melainkan salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Tragedi penyerangan markas PDI kala itu menjadi bukti nyata betapa otoriternya rezim Orde Baru dalam mematikan ruang oposisi politik.

​Penyerangan brutal terhadap kantor DPP PDI pada 1996 silam dinilai sebagai tindakan kekerasan terorganisasi yang mencederai hak paling mendasar warga negara, yaitu hak untuk berserikat, berkumpul, dan menyuarakan pendapat secara bebas di muka umum.

​Djarot menyoroti ketidakadilan hukum yang sangat mencolok pada masa itu. Para korban yang sejatinya pihak tereksekusi justru berujung ditangkap dan dipenjara, sementara pihak penyerang dan dalang di balik layar melenggang bebas tanpa tersentuh hukum.

​"Yang diserang malah ditangkap dan dihukum, sementara yang menyerang justru berpesta pora di atas darah dan air mata rakyat. Ini adalah rekam jejak sejarah yang tidak boleh dilupakan begitu saja oleh generasi penerus," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

​Tidak hanya bernostalgia tentang masa lalu, Djarot juga melontarkan kritik menohok terhadap realitas politik masa kini. Ia menyoroti maraknya praktik korupsi serta gaya hidup sebagian elite politik yang dinilainya kian melenceng dan menjauh dari nilai-nilai dasar perjuangan rakyat.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Secara khusus, Djarot mengibaratkan mentalitas oknum pejabat yang enggan bekerja keras namun ingin menikmati kemewahan bak mandor kalak. Ia mengingatkan agar para kader tidak tergiur memperkaya diri melalui jalur-jalur yang merugikan masyarakat luas.

​"Jangan sampai kita menjadi mandor kalak—kerja kendor, makan kuat. Jangan pernah menjadi kaya karena korupsi dan mengeruk sumber daya milik rakyat. Ingatlah bahwa kekuasaan itu adalah ujian yang sesungguhnya bagi integritas kita," pungkas Djarot memungkasi arahannya.

Quote