Ikuti Kami

Pricylia Elviera Rondo: Hasil ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput Tak Akan Berhenti Sampai Materi Pelatihan

Pengetahuan yang diperoleh di Sekolah Partai harus diteruskan melalui berbagai pelatihan yang memberikan manfaat nyata.

Pricylia Elviera Rondo: Hasil ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput Tak Akan Berhenti Sampai Materi Pelatihan
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Bidang Pangan, Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Perikanan, Pricylia Elviera Rondo (kanan).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Bidang Pangan, Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Perikanan, Pricylia Elviera Rondo, menegaskan hasil Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput tidak akan berhenti sebagai materi pelatihan semata.

Menurutnya, seluruh peserta memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan di daerah masing-masing.

“ToT ini merupakan agenda resmi PDI Perjuangan yang diikuti utusan dari seluruh DPD PDI Perjuangan se-Indonesia. Setiap provinsi mengutus dua sampai tiga kader perempuan mengikuti Training of Trainer Perempuan Penggerak Akar Rumput,” ujar Pricylia, Kamis (16/7).

Politisi yang akrab disapa Peron itu menjelaskan, setelah kembali ke daerah, setiap peserta ToT mendapat mandat untuk menjadi pelatih sekaligus penggerak masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh di Sekolah Partai, kata dia, harus diteruskan melalui berbagai pelatihan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

“Ketika kembali ke daerah masing-masing, kami diharapkan mampu menggerakkan masyarakat, lebih khusus kaum perempuan, melalui pelatihan-pelatihan yang bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut yang membidangi pangan, pertanian, lingkungan hidup, dan perikanan, Pricylia mengatakan fokus pengabdiannya tetap diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dan penguatan ekonomi keluarga. Bahkan, jauh sebelum mengikuti ToT, ia telah lebih dari satu dekade aktif memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat.

Pelatihan tersebut meliputi pembuatan pupuk organik cair (POC), biodekomposer, bionutrisi, hingga berbagai keterampilan rumah tangga seperti pembuatan sabun cuci piring dan hand sanitizer. Menurutnya, pelatihan-pelatihan sederhana tersebut memiliki dampak nyata karena mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.

“Ini merupakan kerja politik yang nyata di lapangan. Mungkin kegiatannya terlihat sederhana, tetapi menurut saya sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Pricylia menambahkan, antusiasme masyarakat menjadi motivasi baginya untuk terus mengembangkan program pemberdayaan tersebut. Selama ini, berbagai pelatihan dipusatkan di Komunitas Kolom Mapalus Sulut di Jalan Gereja Nomor 77, Winangun, Kota Manado, serta menjangkau masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa Selatan.

Ia meyakini bekal yang diperoleh dari ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput akan semakin memperkuat program-program yang telah berjalan sekaligus memperluas jangkauan pelatihan di Sulawesi Utara. Melalui pelatihan pertanian, pengolahan produk, hingga keterampilan rumah tangga, Pricylia berharap semakin banyak perempuan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.

Baginya, pelatihan yang diterima di Sekolah Partai bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi bekal untuk menghadirkan kerja politik yang nyata, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari.

Quote