Ikuti Kami

Perkuat Akar Rumput, PDI Perjuangan Sulteng Gelar Musancab Serentak di Parigi Moutong

Muharram Nurdin, memimpin Musancab di wilayah Dapil 3 Parigi Moutong.

Perkuat Akar Rumput, PDI Perjuangan Sulteng Gelar Musancab Serentak di Parigi Moutong
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah, Muharram Nurdin.

Jakarta, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah kembali memperkuat konsolidasi struktural partai di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (29/8/2026). Konsolidasi dilakukan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di lima daerah pemilihan (dapil) se-Kabupaten Parigi Moutong.

Untuk memimpin proses tersebut, jajaran personalia DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah dibagi dalam lima tim yang masing-masing bertugas mengawal pelaksanaan Musancab di setiap dapil.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah, Muharram Nurdin, memimpin Musancab di wilayah Dapil 3 Parigi Moutong.

Muharram menegaskan bahwa konsolidasi organisasi tidak boleh berhenti pada pembentukan atau penyegaran kepengurusan. 

Musancab harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh struktur partai memiliki arah ideologi, kekuatan organisasi, kader yang berkualitas, program yang menyentuh rakyat, serta sumber daya yang mandiri.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Lima hal tersebut dirumuskan dalam Lima Mantap PDI Perjuangan.

1. Mantap Ideologi: Pancasila sebagai Kompas Perjuangan

Muharram mengatakan, kader partai harus memiliki fondasi ideologi yang kuat agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan politik.

Menurutnya, politik tidak boleh dimaknai hanya sebagai jalan untuk memperoleh kekuasaan, tetapi sebagai instrumen untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

“Ideologi yang mantap melahirkan kader yang tidak mudah berpindah arah hanya karena kepentingan sesaat,” katanya.

2. Mantap Organisasi: Satu Partai, Satu Gerak, Satu Komando

Muharram juga menekankan pentingnya organisasi yang solid dan bekerja hingga ke tingkat akar rumput.

DPD, DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting, kata dia, tidak boleh sekadar menjadi struktur administratif, tetapi harus menjadi organisasi politik yang hidup dan hadir di tengah masyarakat.

“Organisasi yang kuat bukan organisasi yang ramai ketika pemilu, tetapi organisasi yang bekerja setiap hari ketika rakyat membutuhkan,” ujarnya.

3. Mantap Kader: Menyiapkan Pemimpin, Bukan Sekadar Calon

Menurut Muharram, kaderisasi merupakan investasi politik jangka panjang.

Partai tidak cukup hanya melahirkan calon anggota legislatif atau calon kepala daerah. Lebih dari itu, partai harus mampu menyiapkan pemimpin yang memiliki keteguhan ideologi, kapasitas, dan karakter.

“Kemenangan pemilu hanya memenangkan kursi, tetapi kader berkualitas memenangkan kepercayaan rakyat,” tegasnya.

4. Mantap Program: Politik Harus Hadir di Tengah Rakyat

Muharram mengingatkan agar program partai tidak berhenti pada dokumen maupun forum-forum politik.

Program harus menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, pertanian, nelayan, UMKM, lingkungan, hingga keadilan sosial.

“Politik tidak boleh berhenti di podium. Politik harus sampai ke sawah, laut, pasar, kampus, desa, dan rumah-rumah rakyat,” katanya.

Karena itu, keberhasilan partai tidak semata-mata diukur dari jumlah suara dalam pemilu, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dari kerja politik partai.

5. Mantap Sumber Daya: Membangun Partai yang Mandiri

Pilar kelima adalah Mantap Sumber Daya. Partai yang besar, menurut Muharram, membutuhkan pengelolaan sumber daya yang kuat dan profesional.

Sumber daya tersebut mencakup kader, data, teknologi, keuangan, riset, komunikasi publik, hingga jaringan sosial.

Namun, ia menekankan bahwa kekuatan terbesar partai bukan hanya sumber daya material.

“Sumber daya terbesar partai sesungguhnya adalah kepercayaan rakyat dan militansi kader,” ujarnya.

Karena itu, partai harus terus membangun kemandirian agar tidak mudah dikendalikan oleh kepentingan di luar garis perjuangan.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Musancab Bukan Sekadar Pergantian Struktur

Muharram menegaskan, Musancab harus menjadi bagian dari proses membangun kembali kekuatan partai dari bawah.

Struktur yang terbentuk harus mampu bekerja, melakukan konsolidasi, membaca persoalan rakyat, serta menerjemahkan garis perjuangan partai dalam kerja nyata di masing-masing wilayah.

“Kita tidak sedang sekadar mengisi struktur organisasi. Kita sedang membangun mesin perjuangan yang harus hidup di tengah rakyat,” ujarnya.

Konsolidasi di Parigi Moutong tersebut menjadi bagian dari upaya DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah memperkuat organisasi hingga tingkat akar rumput.

Melalui Lima Mantap : ideologi, organisasi, kader, program dan sumber daya. PDI Perjuangan Sulteng ingin memastikan bahwa struktur partai tidak hanya siap menghadapi pemilu, tetapi juga mampu menjalankan fungsi politiknya secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sebab bagi partai politik, kemenangan elektoral adalah penting. Tetapi kemenangan yang paling fundamental adalah ketika rakyat tetap percaya bahwa partai hadir, bekerja dan berjuang bersama mereka

Quote