Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Nancy Purmiiasa, mengungkapkan adanya aspirasi kader dan simpatisan partai di Pulau Saparua yang mendorong Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, untuk disiapkan menghadapi kontestasi Pilkada Maluku 2030.
“Dalam Musancab, secara spontan sejumlah peserta menyampaikan aspirasi mereka terkait kader-kader internal Partai yang dinilai berpotensi dan layak disiapkan untuk kontestasi Pilkada 5 tahun mendatang,”kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Nancy Purmiiasa dikutip di laman Facebooknya, dikutip Kamis (17/9/2026).
Aspirasi tersebut disampaikan kader dan simpatisan PDI Perjuangan saat pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sekaligus pendidikan politik di Pulau Saparua, yang meliputi Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.
Dalam forum tersebut, dua nama kader disebut memiliki potensi untuk disiapkan menghadapi agenda politik mendatang. Salah satunya adalah Benhur Watubun yang saat ini menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku sekaligus Ketua DPRD Provinsi Maluku.
“Walaupun PDI Perjuangan belum memulai tahapan ini, tapi tidak ada salahnya mendengar aspirasi kader, dan suara mereka kami hargai. Kata mereka, belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya maka ‘Biar busu-busu tapi Kader saja jua’,”bebernya.
Selain mendorong Benhur Watubun untuk kontestasi Pilgub Maluku, kader PDI Perjuangan di Saparua juga menyampaikan aspirasi terkait figur yang dinilai potensial untuk maju dalam Pilkada Maluku Tengah.
Nancy mengatakan anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wadjo, turut didorong kader untuk disiapkan dalam kontestasi perebutan kursi Bupati Maluku Tengah.
Menurut Nancy, penyampaian aspirasi tersebut menjadi bagian dari dinamika internal kader. Meski demikian, PDI Perjuangan belum memulai tahapan resmi untuk menentukan kandidat yang akan diusung dalam Pilkada 2030.
Di sisi lain, Nancy menegaskan Musancab PDI Perjuangan tidak hanya berorientasi pada pemilihan ketua dan pengurus partai di tingkat kecamatan. Forum tersebut juga diarahkan untuk memperkuat konsolidasi dan kerja-kerja partai di tengah masyarakat.
”Kami tidak mau buang energi untuk gontok-gontokan. karena energinya kami pakai untuk melakukan kerja-kerja kerakyatan,”terangnya.
Nancy menjelaskan Musancab sekaligus menjadi ruang pendidikan kader dan penguatan ideologi partai. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk merapatkan barisan serta memperkuat struktur PDI Perjuangan hingga tingkat akar rumput.
Dia menambahkan, penguatan struktur dan pendidikan politik menjadi bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda politik yang mulai berlangsung pada 2029 mendatang, sekaligus memastikan kader tetap menjalankan kerja-kerja kerakyatan.

















































































