Ikuti Kami

Lasarus: Komisi V DPR Siapkan Panja Usut Kecelakaan KM Virgo Transport 8

“Ini kan bukan pertama kalinya kecelakaan kapal seperti ini. Ada korban jiwa, kemudian korban juga bilang tidak ada alarm."

Lasarus: Komisi V DPR Siapkan Panja Usut Kecelakaan KM Virgo Transport 8
Penampakan KM Virgo Transport 8 terbalik usai dihantam ombak dari lambung kanan di perairan Laut Jawa. (Foto: Istimewa/inews.id)

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan pihaknya berencana membentuk panitia kerja (Panja) untuk mendalami kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah penumpang meninggal dunia.

“Ini kan bukan pertama kalinya kecelakaan kapal seperti ini. Ada korban jiwa, kemudian korban juga bilang tidak ada alarm ketika kapal itu mau tenggelam. Ini mungkin ada evaluasi terkait keselamatan korban untuk menghindari korban jiwa ke depannya,” kata Lasarus kepada wartawan, dikutip Rabu (16/9/2026).

Lasarus mengatakan kecelakaan kapal serupa bukan kali pertama terjadi. Karena itu, evaluasi terhadap sistem keselamatan dan pengawasan angkutan laut dinilai perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali menimbulkan korban jiwa.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Komisi V ialah keterangan sejumlah korban yang mengaku tidak mendengar alarm ketika kapal mulai tenggelam. Menurut Lasarus, kondisi tersebut perlu didalami, termasuk kesiapan dan fungsi sistem keselamatan yang tersedia di kapal.

Selain sistem keselamatan, Lasarus juga menyoroti mekanisme pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terhadap kapal-kapal yang beroperasi. Menurutnya, pemeriksaan atau ramp check perlu dievaluasi agar benar-benar mampu memastikan kelayakan kapal sebelum berlayar.

“Ramp check itu hanya sistem list. List-nya juga random. Harusnya yang masuk kapal itu benar-benar didata, kemudian bobot-bobot kapal juga harus dihitung,” ujarnya.

Lasarus menilai pemeriksaan kapal tidak cukup hanya mengandalkan daftar pemeriksaan administratif. Menurutnya, pendataan penumpang serta penghitungan bobot kapal menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam memastikan keselamatan pelayaran.

Komisi V juga akan mendalami faktor cuaca yang disebut menjadi salah satu alasan terjadinya kecelakaan. Lasarus mempertanyakan keputusan kapal tetap berlayar ketika kondisi cuaca disebut kurang baik.

“Ini kan alasannya cuaca, katanya cuaca kurang bagus. Kalau cuaca kurang bagus, kenapa berlayar? Informasi cuaca mereka terima atau tidak, meng-update cuaca atau tidak, boleh atau tidak berlayar? Nakhodanya bagaimana? Informasi dari nakhoda ini kami minta semua diinvestigasi,” katanya.

Menurut Lasarus, informasi mengenai kondisi cuaca, pembaruan situasi laut, hingga pertimbangan nakhoda dalam memutuskan pelayaran perlu diperiksa secara menyeluruh. Hal tersebut dinilai penting untuk mengetahui rangkaian faktor yang menyebabkan kecelakaan.

Pembentukan Panja nantinya diharapkan dapat mendalami aspek keselamatan pelayaran, pengawasan kapal, mekanisme ramp check, kondisi kapal, hingga keputusan keberangkatan ketika kondisi cuaca tidak mendukung.

Evaluasi tersebut diperlukan agar hasil investigasi tidak berhenti pada penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8, tetapi juga menjadi bahan perbaikan sistem keselamatan angkutan laut guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Quote