Ikuti Kami

Politik Bukan Sekadar Kuasa: Yohanes Winarto Tekankan Pentingnya Integritas dan Semangat Kolektif

Semangat perjuangan bukanlah properti pribadi, melainkan kekuatan kolektif yang harus terus dirawat.

Politik Bukan Sekadar Kuasa: Yohanes Winarto Tekankan Pentingnya Integritas dan Semangat Kolektif
Dr. Yohanes Winarto, S.H., M.H., Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PDI Perjuangan.

Jakarta, Gesuri.id – Perjuangan politik sejatinya adalah sebuah panggilan moral. Ia bukan sekadar arena kontestasi kekuasaan, melainkan instrumen vital untuk menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. 

Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, satu hal harus tetap statis: tujuan perjuangan untuk memastikan hak dasar rakyat terpenuhi.

Menurut Dr. Yohanes Winarto, S.H., M.H., Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PDI Perjuangan, semangat perjuangan bukanlah properti pribadi, melainkan kekuatan kolektif yang harus terus dirawat.

"Tanpa semangat yang menyala, organisasi akan kehilangan daya dorongnya. Tanpa energi yang terpelihara, cita-cita besar hanya akan menjadi slogan tanpa makna," tegas Yohanes.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis

Yohanes menekankan bahwa setiap kader memikul tanggung jawab yang sama: menjaga kesolidan. Kemenangan tidak pernah lahir dari kerja individu, melainkan dari simfoni kerja keras yang bergerak dalam satu irama perjuangan.

Rumah Politik: Ruang Pembentukan Karakter

Bagi Yohanes, partai atau "rumah politik" bukan sekadar struktur birokrasi. Ia adalah:

1. Ruang Pembelajaran: Tempat mengasah visi dan ideologi.

2. Wadah Pengabdian: Jembatan antara kebijakan dan kebutuhan rakyat.

3 Uji Integritas: Ruang pembuktian komitmen nyata, bukan sekadar janji.

Sebagai Ketua Badan Kehormatan, ia juga mengingatkan bahwa etika politik adalah fondasi utama. Kepercayaan publik tidak bisa dibeli; ia hanya bisa diraih melalui konsistensi antara perkataan dan perbuatan.

Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan

Memaknai Kemerdekaan secara Substantif

Lebih jauh, Yohanes menyoroti bahwa kemerdekaan sejati harus dirasakan di meja makan dan ruang kelas rakyat. Kemerdekaan bukan lagi soal bebas dari penjajah, melainkan terpenuhinya indikator nyata:

1. Akses Kesehatan yang layak dan terjangkau.

2. Pendidikan Berkualitas bagi seluruh anak bangsa.

3. Kedaulatan Pangan dan kepastian hasil panen petani.

4. Lapangan Kerja yang bermartabat dengan upah yang adil.

5. Lingkungan Hidup yang lestari dan aman.

"Ketika anak dari keluarga sederhana bisa mengenyam pendidikan tinggi dan buruh mendapatkan upah layak, di situlah kemerdekaan menemukan maknanya," tambahnya.

Panggilan untuk Kader: Menjadi Bermakna, Bukan Sekadar Ada

Menutup pesannya, Yohanes mengajak seluruh kader untuk bertransformasi menjadi sosok yang "bermakna". Kader harus hadir di tengah rakyat, memahami kegelisahan mereka, dan berani memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada wong cilik.

Sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling lama berkuasa, tetapi siapa yang paling setia menjaga api perjuangan demi kesejahteraan rakyat yang nyata.

Quote