Bandar Lampung, Gesuri.id – DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini dengan suasana yang sarat makna di Kantor DPD Partai, Selasa (21/4).
Dalam balutan kebaya yang dipadukan dengan kerudung khas Fatmawati, jajaran pengurus hingga kader perempuan tampil kompak menyuarakan simbol perjuangan bangsa.
Baca: Masuk Parpol di Usia 24 Tahun, Ganjar: Saya Lahir dari Ideologi

Penampilan tersebut bukan sekadar pilihan busana (fesyen), melainkan representasi semangat perjuangan perempuan Indonesia yang diwariskan oleh Fatmawati. Sebagai sosok penjahit Sang Saka Merah Putih, Fatmawati dinilai melambangkan keberanian, ketulusan, serta dedikasi tanpa batas dalam sejarah kemerdekaan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, menegaskan bahwa penggunaan kebaya dan kerudung Fatmawati merupakan refleksi nilai yang ingin terus dihidupkan oleh kader perempuan partai.
"Ini bukan hanya soal kebaya atau kerudungnya, tetapi tentang nilai di baliknya. Ada semangat religius, semangat membangun Indonesia dan Lampung, serta pesan kuat mengenai kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam pembangunan," ujar Winarti.
Winarti menambahkan bahwa Fatmawati adalah teladan nyata bagi perempuan tangguh yang mampu berkontribusi bagi bangsa meski dalam situasi sulit. Nilai-nilai inilah yang menurutnya sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi perempuan masa kini.
"Beliau dengan penuh keikhlasan menjahit bendera dalam kondisi yang tidak mudah. Keberanian dan ketulusan seperti itulah yang harus kita teladani dalam mengisi pembangunan daerah," imbuhnya.
Tak sekadar seremonial, peringatan Hari Kartini kali ini juga diisi dengan berbagai agenda produktif, di antaranya:
- Pendidikan Politik: Melibatkan kader, mahasiswi, hingga masyarakat umum.
- Aksi Sosial: Penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
- Pemberdayaan Perempuan: Program pelatihan sebagai bentuk komitmen memperkuat peran perempuan di berbagai sektor strategis.

Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
Melalui momentum ini, PDI Perjuangan Lampung berharap perempuan di Bumi Ruwa Jurai semakin berdaya, mampu berkarya secara mandiri, serta memberikan dampak nyata bagi keluarga, masyarakat, hingga kemajuan pembangunan daerah.

















































































