Jakarta, Gesuri.id - 1000 pohon cemara udang ditanam kader dan pengurus PDI Perjuangan NTB di Lingkungan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Rabu (21/1).
Kegiatan ini, terasa spesial lantaran juga menjadi kado ulang tahun ke-79 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang akan dirayakan serentak.
Ketua Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan NTB Nyayu Ernawati mengatakan, sesuai arahan DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Rachmat Hidayat, maka seluruh kader, telah mulai bergerak. Menggelar aksi mencintai bumi dengan memulai pembersihan pantai di Bintaro.
"Kegiatan mencintai bumi atau yang dikenal dengan 'Merawat Pertiwi' bagi kader PDI Perjuangan NTB, kita awali dengan bersih-bersih pantai dan berlanjut ke penanaman pohon 1000 pohon cemara udang di Pantai Bintaro hari ini," katanya, Kamis (22/1).
Anggota DPRD Kota Mataram ini, menjelaskan tanaman cemara udang, dipilih karena mampu menahan abrasi pantai hingga tsunami. Pohon ini juga rekomendasi langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan NTB.
Pohon ini memiliki akar yang sangat kuat, tahan kondisi ekstrem dan daunnya juga bisa jadi mulsa yang berpotensi sebagai obat tradisional, mencegah kolesterol dan gula darah. “Sesuai arahan Ketua DPD, usai kita tanam, maka tugas kita adalah merawat tanaman ini agar dapat tumbuh dengan subur. Ini karena tanaman cemara udang memiliki manfaat jangka panjang untuk kehidupan warga pesisir Kota Mataram," tegasnya.
Nyayu menyebut dipilihnya Pantai Bintaro sebagai lokasi kegiatan Merawat Pertiwi karena memiliki tingkat kerawanan abrasi dan penumpukan sampah yang cukup tinggi. Apalagi, katanya, kawasan pantai yang berada di belakang Rusunawa itu, menjadi ruang publik warga, namun minim sentuhan penataan lingkungan.
Menyinggung aksi bersih pantai, Nyayu menyebut ini sebagai langkah awal dari rangkaian program lingkungan. Nantinya secara berkelanjutan akan dilakukan kader PDIP bersama masyarakat.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan sampah pesisir dan penanaman pohon cemara udang sebagai upaya mitigasi abrasi. Dalam kegiatan bersih-bersih sebelummya, BAGUNA melibatkan sekitar 100 orang peserta. Terdiri dari kader partai, relawan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Salah satunya, generasi muda yang tergabung dalam pemuda masjid Kurma Baim. Dari aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 50 karung sampah, yang didominasi sampah organik seperti daun-daunan, serta sampah plastik rumah tangga.
Nyayu menegaskan, keterlibatan warga menjadi kunci utama dalam gerakan Merawat Pertiwi ini. Mengingat, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada organisasi atau pemerintah semata, melainkan harus tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.
"Alhamdulillah, sepanjang kegiatan keterlibatan warga sekitar bersama kader partai terlihat kompak dan bahu-membahu merawat lingkungan. Insya Allah, jika lingkungan ini dirawat bersama, maka kecintaan terhadap tempat tinggalnya juga akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.

















































































