Sosialisasi Musran, Korwil Cibubur, Susukan dan Rambutan PAC Ciracas Rapat Bersama Pengurus Ranting
Jakarta, Gesuri.id — Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas kembali mengintensifkan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting. Langkah ini merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serta instruksi berjenjang dari DPP, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, hingga DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur untuk segera melakukan reorganisasi secara menyeluruh.
Belum genap dua minggu sejak Musancab, PAC Ciracas bergerak cepat. Setelah menggelar Rapat Internal Perdana dan rapat lanjutan di minggu yang sama, Koordinator Wilayah (Korwil) Kelurahan Rambutan, Susukan dan Cibubur langsung turun ke lapangan untuk bersilaturahmi sekaligus menggelar rapat bersama Pengurus Ranting, Jumat (10/4) malam.
Pertemuan di wilayah Rambutan dilaksanakan di kediaman salah satu kader. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh Rizal, Porman, Tuginem, serta jajaran pengurus PAC, termasuk Ketua PAC Ciracas Tri Bayu dan para Wakil Ketua Bidang, di antaranya Anah dan Tumbur.
Sementara itu, di hari yang sama, Korwil Kelurahan Cibubur juga menggelar rapat bersama Pengurus Ranting di kediaman Sumariyah. Pertemuan tersebut dihadiri Ekayanti, Waridin, Sumariyah selaku Korwil sekaligus Wakil Ketua Bidang, serta Wakil Ketua Bidang yang juga Korwil Rambutan Retno. Diskusi berjalan dinamis dengan fokus pada penguatan struktur dan kesiapan menghadapi Musyawarah Ranting (Musran).

Pada hari yang sama juga, PAC PDI Perjuangan Korwil Susukan juga menggelar Rapat Koordinasi Bersama Pengurus Ranting Kelurahan Susukan bertempat di kediaman Wicak yang dihadiri Sisilia, Henny, Wicak, Suparman dan Bendahara PAC PDI Perjuangan Ciracas Novita Arisuma.

Ketua PAC PDI Perjuangan Ciracas, Tri Bayu, menegaskan bahwa agenda utama konsolidasi kali ini adalah sosialisasi Musran sekaligus penjaringan awal calon pengurus ranting. Ia meminta seluruh Pengurus Ranting untuk mulai mengidentifikasi kader-kader terbaik yang memiliki komitmen, loyalitas, dan rekam jejak perjuangan di tengah masyarakat.
“Pengurus Ranting harus jeli melihat potensi kader di wilayahnya. Pilih yang benar-benar aktif, militan, dan memiliki semangat gotong royong. Ke depan, kita butuh tim yang solid dan satu frekuensi agar kerja-kerja politik partai bisa berjalan efektif,” ujar Tri Bayu.
Ia juga menekankan pentingnya proses penjaringan yang terbuka namun tetap selektif. Menurutnya, usulan nama tidak sekadar memenuhi kebutuhan struktur, tetapi harus mencerminkan kualitas kepemimpinan dan kesiapan bekerja dalam tim. Dengan demikian, kepengurusan yang terbentuk nantinya benar-benar mampu menjadi ujung tombak partai di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Tri Bayu menjelaskan bahwa PAC hanya berperan sebagai fasilitator dalam menghimpun aspirasi dari bawah. Seluruh nama yang diusulkan oleh anak ranting dan ranting akan dikaji dan diserahkan kepada DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut dalam forum Musran.
“Semua nama yang masuk akan melalui mekanisme yang jelas, termasuk fit and proper test. Terutama untuk posisi ketua, akan ada pendalaman lebih lanjut. DPC yang memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan, sementara PAC memberikan masukan berdasarkan dinamika dan kebutuhan di wilayah,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses ini merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin matang, terstruktur, dan siap menghadapi tantangan politik ke depan. Dengan konsolidasi yang terus bergerak hingga ke tingkat bawah, PAC Ciracas optimistis dapat melahirkan kepengurusan ranting yang kuat, responsif, dan mampu menjadi penggerak utama perjuangan partai di tengah masyarakat.

















































































