Ikuti Kami

Gus Falah Berkomitmen Terus Sejahterakan Masyarakat

Gus Falah harus terus turun ke masyarakat, mendengar seruan, keluhan mereka & mencarikan solusi bagi permasalahan yang dialami masyarakat.

Gus Falah Berkomitmen Terus Sejahterakan Masyarakat
Anggota DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah). 

Jakarta, Gesuri.id - Mensejahterakan masyarakat dan memperkecil jurang pemisah antara si kaya dan si miskin menjadi komitmen tersendiri bagi Anggota DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah). 

Menjadi anggota DPR RI membuat Gus Falah harus terus turun ke masyarakat dan mendengar seruan, keluhan mereka dan mencarikan solusi bagi permasalahan yang dialami masyarakat. 

Beberapa waktu lalu, Gesuri.id berkesempatan bertemu dan mewawancarai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Lamongan dan Gresik ini. Secara garis besar pria asal Jawa Timur ini menceritakan bagaimana ia terjun ke PDI Perjuangan sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat. 

Bisa diceritakan kenapa bisa memilih PDI Perjuangan sebagai alat perjuangan?

Jadi kalau kita bicara PDI Perjuangan itu sesungguhnya sudah tidak asing buat saya secara pribadi. Kenapa tidak asing buat saya secara pribadi. Karena ketika kita dulu tinggal di komplek DPR, ketika masih SMP, tetangga kita itu semuanya adalah dari PDI pada waktu itu ya, era tahun 87, 92. Sehingga saya selalu kagum dengan orang orang PDI. Bahkan ketika saya masih kuliah, di kamar tidur saya ada gambarnya Bung Karno besar sekali. Suatu ketika, abah saya masuk ke kamar saya, melihat foto Bung Karno yang besar ini. "Wah, Alhamdulillah kamu suka kepada Bung Karno karena harus memahami bahwa "founding father" kita ini adalah orang yang benar-benar santri. 

Bung Karno santri dari awal ketika beliau nyantri pertama kali di rumahnya Haji Umar Syed Cokro Aminoto,  Artinya ini benar benar santri. Dan tidak ada kemudian abah saya itu mengatakan kalau masang itu fotonya siapa?" Kan gitu. Enggak. Bahkan di situ ada fotonya Bung Karno sampingnya Hasyim Asari. Ya kata abah saya juga, "Wah dah, udah cocoklah. Kamu orang pergerakan, kamu suka demo, terus kemudian foto foto tokoh tokoh pendiri bangsa ini. 

Jadi abah saya itu dulu anggota DPR RI dari PPP. Kemudian diminta Gus Dur mendirikan PKB, secara otomatis Saya ingin melihat. Partai yang dididikan Abahini seperti apa sih, PKB ini? Ketika kita melihat di situ ya, semuanya isinya kiai semua sedangkan saya juga bukan kiai bukan orang pinter pinter banget di soal agama kan begitu ya saya bilang pada ABAH,

Saya sering mengikuti agenda, agenda PDI Perjuangan. Saya selalu mengikuti rutinitas PDI Perjuangan. Pertama kali saya ikut itu adalah acara mudik bersama, mudik gratis di PRJ. Itu kurang lebih 2004 atau 2005. Dari situ kemudian kita, Alhamdulillah, sering diajak ketemu dengan Pak Taufik Kiemas. Ya, kita banyak belajar dari beliau. Yang pada akhirnya mendirikanlah Baitul Muslimin. Di tahun 2007 itu kita mendirikan Baitul Muslimin. 

Dari situ kemudian saya matur pada abah saya. Abah sudah pensiun 2004, saya matur. "Bah, saya tak masuk PDI aja ya, PDI perjuangan aja ya. Yuh sakarepmu mau gak apa apa. Karena abah saya mengatakan ibarat kata, "Kamu mau berjuang, mbah mau nyampe ke Jakarta, mau naik pesawat, ga punya tiket, ga punya uang, beli tiketnya ga ada uang. Mau naik bus penuh. Iya kan? Adanya apa aja.

PDI Perjuangan dengan Nahdatul Ulama itu ya sama. Sama sama memikirkan wong cilik. Sama sama bergerak, berjuang untuk mensejahterakan wong cilik. Sehingga yang terjadi adalah tidak ada bedanya PDI Perjuangan dengan orang orang Nahdiyin. 

Artinya ketika kita masuk PDI Perjuangan Perjuangan itu diawali sebuah sejarah yang sangat panjang Sehingga Alhamdulillah dipercaya sama Partai Alhamdulillah dipercaya bisa maju di 2009 Saya maju pertama kali di 2009 yang kebetulan belum dapat amanah duduk di DPR RI baru 2014 memulai masuk di DPR. 

Apakah Gus Falah sempat bergabung ke GMNI? 

Tidak saya bukan GMNI ini. Saya tidak sempat di GMNI ini. Tapi kawan kawan semuanya di GMNI. 

Karena NU jadi garda terdepan untuk melawan gerakan Radikal, apakah menjadi alasan Gus Falah untuk bergabung dengan PDI Perjuangan? 

Yang paling utama adalah perjuangannya PDI perjuangan dengan perjuangannya Nahdlatul Ulama itu sama. Bagaimana mengentaskan dan mengejahterakan wong cilik dan berjuangnya ya berkutat di wilayah itu bagaimana orang orang ini bisa sejahtera bagaimana orang orang ini bisa bertahan hidup bagaimana orang orang ini bisa semakin berguna, bermanfaat buat masyarakat sekitarnya itu semangatnya jadi yang paling utama itu.

Kalau soal radikalisme dan sebagainya kan muncul akhir akhir ini bahwa PDI Perjuangan dan Nahdlatul Ulama sama sama memperjuangkan soal radikalisme. Dan kita menolak keras adanya radikalisme. Jadi, yang paling utama ya didasari dari perjuangannya sama untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat. 

Gus Falah saat ini sudah memasuki tahun kedua di DPR RI, bagaimana Gus Falah melihat tingkat kesejahteraan di masyarakat? 

Yang ada, seperti lagunya Bang Rhoma Irama yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, jurang pemisah masih ada. 

Tapi di era Pak Jokowi, Alhamdulillah juga semakin mengecil jurang pemisah ini. Nah, dalam konteks ini, kita tetap bagaimana kita konsen, jurang ini harus minimal gapnya terlalu besar, karena gap yang terlalu besar juga tidak baik. Akan tetapi yang paling penting program-program dari pemerintah seperti UMKM, BUMDES digalakan. Ini merupakan salah solusi. Dan saya di periode kedua gap tersebut sudah tidak terlalu lebar, tetapi kita tidak boleh lengah akan adanya gap tersebut, tetap yang utama urusan sandang, pangan, papan ini terpenuhi. 

Tahun 2024 apakah Gus Falah akan nyaleg lagi? Apakah nanti akan menyempurnakan program periode sebelumnya? 

Insyallah, setidaknya yang saya rasakan apa yang kita peroleh, yang kita sumbangsihkan buat masyarakat, ini bisa terealisasikan dengan baik. Kalau menyempurnakan tidak, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, bahwa kita berusaha maksimalkan potensi-potensi yang ada. Setiap lapisan masyarakat yang ada bahu membahu itu yang harus kita tingkatkan. Ketika kita bertugas di Komisi VII DPR RI, ketidak adilan yang terjadi seperti dalam pertambangan, migas dan sebagainya harus ditipiskan. 

Jadi contohnya ada blok-blok di wilayah tertentu, masyarakat disekitarnya harus sejahtera dan jangan hanya pemilik minyak yang menikmatinya, tetapi masyarakat luas di sekitar wilayah itu, pemdanya, pemprovnya harus sejahtera. 

Pertambangan pun juga begitu, jangan sampai ada ketimpangan, kalau kita bisa menjalankan dengan benar dan tepat, maka diharapkan kedepannya masyarakat akan benar-benar menikmati, masyarakat benar-benar utuh menerima akan adanya manfaat berdirinya misalnya blok minyak, pertambangan atau smelter. 

Kemaren saya baru saja dari Morowali, kita melihat disitu masyarakat mulai bergairah akan tetapi ada Pemda disana, kotanya belum hidup padahal disana investasinya triliunan. Ketimpangan seperti inilah yang semestinya kita hilangkan. Kalau disana ada mega proyek tentunya masyarakat disekitarnya harus bergairah, tidak hanya dari faktor Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi lebih dari itu penataan Kotanya, sehingga kehidupan ekonomi berjalan. 

Berarti strategi itu bisa diterapkan di daerah pemilihan Gus Falah, yakni di Lamongan dan Gresik? 

Sama, di dapil saya ada smelter milik freeport, masyarakat disekitar yang memiliki skill (kemampuan) smelting harus bisa masuk, tidak boleh mereka mendatangkan dari luar kecuali tenaga profesional. 

Seperti Nelayan, nelayan ini kasihan mereka melaut berhutang dulu sebelum melaut, dapat ikan lalu dijual dapat uang lalu dibayar utangnya. Hal seperti ini sebenarnya tidak boleh, maka yang bisa dilakukan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan bakar bakar Nelayan) di wilayah itu volumenya harus ditingkatkan. Upaya-upaya tersebut harus kita tingkatkan, supaya masyarakat kemudian ketika solar habis membelinya ke SPBU, dan kuota bahan bakar di SPBN harus ditingkatkan. 

Gresik dan lamongan ini lagi bergairah industrinya, industri tumbuh maka masyarakat harus merasakan pertumbuhan secara ekonominya, kesejahteraan harus makin ditingkatkan. 

Terutama Gresik, dimana di Gresik geliat industri cukup masif

Kalau bicara industri, karena Gresik berdekatan dengan Kota Surabaya sehingga banyak dari pengusaha-pengusaha di Surabaya mendirikan gudang, pabrik hingga industri di Gresik. 

Apakah ada strategi khusus di 2024 karena Gus Falah akan menyalonkan kembali? 

Strategi kita hanya satu yakni strategi yang sudah diatur partai, satu barisan, tegak lurus perintah ibu Ketua Umum. Ibu Ketua Umum memerintahkan kita turun, sapa, langsung datangi masyarakat, jangan pelit-pelit kepada masyarakat dan itu semua harus kita lakukan. 

Anggota dewan modalnya harus itu, syaraf iklas kita harus kita tata, syaraf iklas kita sering memberi, mengulurkan tangan, membantu, sering mendengar curhat mereka dan kemudian memberikan solusi. Hanya itu saja stateginya. 

Dan apapun perintah dari Ketua Umum harus tegak lurus, karena partai ini didirikan untuk masa-masa yang akan datang lebih sempurna. Kalau anggota dewannya sering turun, InsyaAllah apa yang ditargetkan hat-trick sudah didepan mata. Anggota dewannya tidak turun baik itu pusat atau daerah ya tentunya partai sudah mempunyai aturan yang jelas, dan strategi kita ialah turun menyapa, menyapa dan menyapa masyarakat. Perintah ibu sudah jelas, ajak ibu-ibu, ajak istri, keluarga dan sapa semua. Jangan semata-mata kita sudah duduk di kursi dewan lantas kita seenaknya sendiri tidak boleh. Kita rakyat dan tetap merasakan penderitaan rakyat, kita harus bisa memberikan jalan keluar untuk rakyat kecil, kita harus bisa memberikan pointer-pointer yang diinginkan rakyat, misalnya yang disampaikan ke DPR RI, kita Terima dan perjuangkan aspirasi mereka.

Quote