Jakarta, Gesuri.id - Merebaknya isu hoax kebangkitan PKI, kekerasan dan penganiayaan serta kriminalisasi ulama yang kerap dikaitkan dengan PDI Perjuangan, terus bertebaran baik di sosial media maupun jadi obrolan warung kopi. Memasuki tahun Politik, ada upaya dari kelompok tertentu yang ingin menciptakan kegaduhan dan suasana tidak kondusif di tengah masyarakat.
Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, Prof. Dr. H. Hamka Haq menilai, PDI Perjuangan selalu dikambing hitamkan dalam penyebaran hoax dan penyerangan beruntun terhadap ulama di berbagai daerah akhir-akhir ini. Dia menilai ada pihak yang merekayasa dalam rangka merusak hubungan PDI Perjuangan dengan Nahdatul Ulama (NU) serta dengan Muhammadiyah yang sudah lama terjalin hubungan baik.
Selengkapnya, tanggapan Prof. Hamka Haq kepada Reporter Gesuri.id, Muhammad Ifan, berikut petikannya:
Di tahun Politik ini kerap kerap terjadi finah, penyebaran berita bohong/ hoax, dan berbagai serangan terhadap ulama. Bagaimana pak Hamka melihat hal demikian dan seperti apa dampaknya pada suasana tahun politik?
Penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama, baik di masjid, atau pesantren milik NU, Muhammadiyah dan PERSIS, adalah jelas berpengaruh atas tahun politik 2018-2019. Minimal pengaruhnya berupa kegaduhan di tengah kehidupan masyarakat, dan adanya kesan suasana tidak kondusif dalam negeri.
Kita menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Pemilu legislatif dan Pilpres tahun 2019, Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pihak tentu yang memang sengaja ingin merusak citra pemerintahan Jokowi. Sekaligus tentunya ingin merusak citra PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama Presiden Jokowi.
Apa Yang Perlu diantisipasi dan dikira berpotensi dengan melihat fenomena Hoax dan Fitnah yang kerap terjadi akhir-akhir ini?
Yang perlu diwaspadai ialah kemungkinan adanya konspirasi politik dari pihak tertentu, dengan upaya sistematis, terstruktur, dan massif.melakukan penyerangan ulama tersebut dengan maksud menyudutkan pihak tertentu.
Siapa yang mereka mau sudutkan?
Kita lihat saja, isu fitnah hoax apa yang massif yang mendahuluinya? Isu hoax itu ialah fitnah bahwa PDI Perjuangan anti Islam, PDI Perjuangan melarang azan.
Dalam suasana maraknya isu fitnah hoax seperti itu di medsos, tiba-tiba disusul dengan adanya penyerangan beruntun terhadap tokoh agama atau ulama.
Mereka ingin menciptakan kesan bahwa pelaku penyerangan itu adalah pihak yang tadinya mereka fitnah anti Islam.
Bagaimana PDI Perjuangan menyikapi hal itu?
Kami dari PDI Perjuangan tidak merasa perlu reaktif terhadap fitnah hoax tersebut. Namun menyerahkan sepenuhnya kepada aparat untuk menelusuri sumber fitnah tersebut dan menanganinya sesuai hukum yang berlaku.
Juga kita serahkan kepada masyarakat bagaimana menilai PDI Perjuangan yang selama ini dekat dengan umat Islam. PDI Perjuangan, kerjasama dengan Muhammadiyah dan NU mendirikan ormas sayap Islam Baitul Muslimin Indonesia. Tentu umat Islam yang paham hal ini mengetahui bahwa perilaku penyerangan terhadap ulama itu adalah sangat jauh dari jati diri warga PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis religius yang merajut kebersamaan dengan NU dan Muhammadiyah selama ini.
Apa harapannya terhadap Penegak Hukum terkait masalah ini?
Kami tentunya sangat berharap agar aparat kepolisian dan yang terkait segera mengungkap penyebar fitnah hoax di Medsos, sekaligus menangkap para pelaku yang terbukti turut menyebarkan fitnah dan memback up para pelaku penyerangan tersebut.

















































































