Jakarta, Gesuri.id - Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) PDI Perjuangan membagikan masker kepada warga sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pembagian masker tersebut dilakukan oleh jajaran Pengurus BAMUSI atas perintah Ketua Umum BAMUSI, H. Nasyirul Falah Amru, atau yang akrab disapa Gus Falah. Gus Falah yang juga merupakan anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan meminta jajaran BAMUSI untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak abu vulkanik.

“Masker ini kami bagikan sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk membantu warga menghadapi dampak abu vulkanik. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki perlindungan dasar, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar rumah,” ujar Gus Falah.
Aktivitas erupsi Anak Krakatau dapat membawa material vulkanik berupa abu yang terbawa angin dan berpotensi dirasakan di sejumlah wilayah. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu kenyamanan warga, terutama pada saluran pernapasan dan mata.
Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika konsentrasi abu vulkanik meningkat. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan abu.
BAMUSI PDI Perjuangan menyatakan pembagian masker tidak berhenti pada kegiatan awal. Bantuan tersebut akan terus dilakukan selama dampak abu vulkanik masih dirasakan oleh masyarakat.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan. Selama masyarakat masih merasakan dampak abu vulkanik, BAMUSI akan berupaya melanjutkan pembagian masker sesuai kebutuhan,” kata Gus Falah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAMUSI untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.
BAMUSI juga mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi udara di wilayah masing-masing.Jika Anda ingin, saya juga bisa membuatkan versi lebih tajam ala Tempo/Kompas, termasuk lead yang lebih kuat dan kutipan Gus Falah yang lebih bernuansa politik-kemanusiaan.

















































































