Ikuti Kami

Aria Bima Melihat Langsung Realisasi Program Subsidi Rumah Tidak Layak Huni di Boyolali

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pengawasan dan kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Aria Bima Melihat Langsung Realisasi Program Subsidi Rumah Tidak Layak Huni di Boyolali
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima berkunjung ke Dukuh Asri Mulyo, Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, untuk melihat secara langsung realisasi program subsidi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima berkunjung ke Dukuh Asri Mulyo, Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, untuk melihat secara langsung realisasi program subsidi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pengawasan dan kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program perumahan rakyat.

“Jadi ini, teman-teman, ini rehab rumah yang kita bantu lewat subsidi untuk perbaikan rumah rakyat, untuk rumah tidak layak huni,” kata Aria Bima saat meninjau salah satu rumah penerima bantuan, dikutip Selasa (6/1/2026).

Dalam dialog bersama warga, Aria Bima melihat langsung kondisi rumah yang sebelumnya berdinding bambu atau gedek, berlubang, dan tidak memenuhi standar kelayakan. Melalui program subsidi, rumah tersebut kini telah direhabilitasi secara bertahap.

“Awalnya ini gedek. Dari tidak layak menjadi layak. Karena dinding yang terbuat dari bambu berubah menjadi dinding hebel,” jelasnya.

Aria Bima juga berbincang dengan pemilik rumah, Pak Darmo, yang telah menempati rumah tersebut selama sekitar sepuluh tahun dalam kondisi seadanya sebelum mendapatkan bantuan. Ia menanyakan langsung proses pembangunan dan perasaan warga setelah rumahnya diperbaiki.

“Rumahnya juga mendapat bantuan, Rp17 juta. Tukangnya Rp2,5 juta. Dibangun, pasti juga nombok-nombok, karena gentengnya ada yang diganti dan resplangnya berubah dari kayu,” ungkap Aria Bima.

Ia menegaskan bahwa program subsidi perbaikan rumah tidak layak huni memang dirancang untuk mendorong perubahan nyata, meski dalam praktiknya sering kali membutuhkan gotong royong dan tambahan swadaya dari penerima manfaat.

“Alhamdulillah, dibantu,” ucap Aria Bima menirukan ungkapan rasa syukur warga penerima bantuan.

Menurut Aria Bima, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan yang lebih kokoh, tetapi juga dari rasa aman, nyaman, dan semangat hidup baru yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Benar-benar supaya nyaman,” katanya saat memastikan bahwa rumah tersebut kini lebih layak ditempati.

Ia berharap program subsidi RTLH dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang masih tinggal di rumah tidak layak, sehingga kelayakan hidup masyarakat semakin meningkat.

“Semoga bermanfaat dan menjadi penyemangat agar kelayakan hidupnya lebih baik,” tutur Aria Bima.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi simbol kehadiran negara di tengah rakyat, memastikan bahwa program perumahan tidak hanya berhenti pada data dan laporan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.

Quote