Semarang, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan, Jawa Tengah resmi meluncurkan program jaring pengaman sosial bertajuk Dapur Marhaen. Aksi sosial yang menyasar masyarakat umum ini dijadwalkan hadir secara rutin setiap tanggal 10 setiap bulannya di berbagai titik di Jawa Tengah.
Layanan ini tersedia secara serentak di 35 kantor DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta berpusat di Panti Marhaen (Kantor DPD PDIP Jateng), Semarang. Tanpa prosedur yang rumit, warga dapat langsung datang untuk menikmati fasilitas yang disediakan.
Baca: Rekam Jejak Ganjar Pranowo Telah Teruji dalam Merespon Isu
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng, Sumanto, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menyentuh dua aspek dasar sekaligus: pangan dan kesehatan.
“Dalam pelaksanaannya, Dapur Marhaen tidak hanya menyediakan makan siang gratis, tetapi juga layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya. Semua gratis,” ujar Sumanto pada Selasa (7/4/2026).
Sumanto menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan kesehatan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan dukungan ekstra.
Meskipun menyasar kelompok rentan seperti pemulung, tukang becak, pedagang kaki lima, hingga mahasiswa, Dapur Marhaen tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Semua lapisan masyarakat boleh datang, tidak ada sekat. Siapa saja silakan menikmati program ini. Warga juga diperbolehkan datang memboyong keluarga,” imbuhnya.
Untuk menjamin ketersediaan, panitia menyiapkan sedikitnya 17.500 porsi makanan di setiap gelaran.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menariknya, sistem penyajian dilakukan secara prasmanan. Hal ini bertujuan agar pengunjung dapat mengambil porsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.
Dapur Marhaen diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan bertransformasi menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang memperkuat solidaritas di Jawa Tengah.
DPD PDI Perjuangaan Jateng menyatakan akan terus memantau efektivitas program ini di lapangan. “Nanti akan kita evaluasi. Jika responsnya positif, program ini bisa ditingkatkan lagi skalanya,” pungkas Sumanto.

















































































