Murung Raya, Gesuri.id - Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.A.P., menegaskan seluruh aspirasi masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Murung Raya akan ditampung dan dikawal untuk diperjuangkan dalam program pembangunan Pemerintah Kabupaten Murung Raya.
Aspirasi tersebut dihimpun Bebie melalui kegiatan reses perorangan masa persidangan terbaru di Kecamatan Tanah Siang, Kecamatan Laung Tuhup, dan Kecamatan Barito Tuhup Raya.
”Aspirasi dan usulan masyarakat dari hasil reses perorangan yaitu, Desa Konut, Masyarakat Desa Konut menyampaikan usulan yang cukup komprehensif, didominasi oleh peningkatan sarana pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas umum seperti Fasilitas Keagamaan & Olahraga, Infrastruktur Jalan & Transportasi sebagai lanjutan pengecoran jalan menuju Gang Pondan yang tembus ke Simpang Dupal, serta penataan lokasi tempat parkir Puskesmas Konut,” kata Bebie, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan reses perorangan masa sidang III Tahun 2026 tersebut dilaksanakan di sejumlah titik, yakni Desa Konut, Desa Sungai Lunuk, Desa Karali, serta Kelurahan Saripoi. Dalam kegiatan itu, Bebie turun langsung bertemu masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi dan usulan terkait kebutuhan pembangunan di wilayah Dapil 2.
Reses tersebut turut dihadiri kepala desa, aparat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lurah, tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala sekolah SMP dan SDN, kepala Puskesmas Konut, kepala Puskesmas Saripoi, serta kepala Pustu Sungai Lunuk dan Karali beserta sejumlah undangan lainnya.
Bebie mengatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, fasilitas kesehatan, pertanian, fasilitas umum, hingga kebutuhan sosial. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan bagi dirinya dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui pembahasan di DPRD Murung Raya.
Untuk Desa Konut, aspirasi masyarakat antara lain berkaitan dengan fasilitas keagamaan dan olahraga serta peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi. Warga mengusulkan lanjutan pengecoran jalan menuju Gang Pondan yang tembus ke Simpang Dupal serta penataan lokasi parkir Puskesmas Konut.
Pada sektor pendidikan, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk SDN 1 Konut dan SMPN 2 Tanah Siang. Usulan tersebut meliputi rehabilitasi atap seluruh ruangan, pembangunan pagar beton, penataan halaman, instalasi listrik seluruh ruangan, rehabilitasi gedung perpustakaan beserta pengadaan meubeler, serta penyediaan fasilitas air bersih untuk WC sekolah dasar.
Selain itu, terdapat usulan pembangunan ruang aula dan laboratorium baru untuk tingkat SD, pembangunan sarana olahraga berupa lapangan voli dan basket, serta penyediaan sumber air bersih bagi sekolah.
Untuk sektor kesehatan dan pertanian, masyarakat juga mengusulkan bantuan peralatan pertanian yang disertai bibit durian dan kelengkeng bagi kelompok tani setempat.
Sementara itu, warga Desa Sungai Lunuk menitikberatkan aspirasi pada peningkatan akses jalan menuju fasilitas publik dan peningkatan kesejahteraan sosial. Warga mengusulkan pembangunan jembatan menuju pemakaman serta peningkatan fasilitas umum dan kesehatan untuk menunjang pelayanan di Pustu setempat.
Di bidang sosial dan pertanian, masyarakat Desa Sungai Lunuk juga menyampaikan usulan lanjutan program bedah rumah bagi warga yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta bantuan alat pertanian dan bibit tanaman.
Beralih ke Desa Karali, kebutuhan dasar seperti air bersih dan pembenahan akses desa menjadi salah satu fokus utama aspirasi masyarakat. Warga mengusulkan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih serta peningkatan infrastruktur desa dan fasilitas kesehatan.
Masyarakat Desa Karali juga menyampaikan kebutuhan sarana pendidikan dan olahraga, termasuk pembangunan lapangan voli yang dicor lengkap dengan net dan bola.
Sementara itu, warga Kelurahan Saripoi menyampaikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan lingkungan, infrastruktur, hingga keamanan pengguna jalan. Salah satu kebutuhan yang dianggap mendesak adalah pembangunan Jembatan Duhuan karena terdapat dua jembatan yang membutuhkan penanganan.
Selain itu, warga mengusulkan lanjutan pengecoran jalan ke arah Puruk Kolompai, pembangunan turap, serta penataan halaman Balai Basarah.
Dalam hal keamanan dan fasilitas jalan, warga meminta pemerintah daerah membatasi dan melarang kendaraan bertonase besar melintas di jalan umum Saripoi. Kendaraan yang menjadi perhatian antara lain truk tangki berkapasitas 10.000 liter maupun kendaraan besar milik perusahaan.
Warga menilai aktivitas kendaraan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, mempercepat kerusakan aspal, serta meningkatkan risiko longsor di sejumlah titik jalan yang memiliki kondisi curam dan kritis.
Lanjut Bebie, Untuk Warga Kelurahan Saripoi menyoroti masalah lingkungan, infrastruktur mendesak, serta keamanan jalan raya akibat aktivitas kendaraan bertonase besar Infrastruktur Jembatan & Jalan: Pembangunan Jembatan Duhuan karena terdapat 2 jembatan yang membutuhkan penanganan segera. Selain itu, warga meminta lanjutan pengecoran jalan ke arah Puruk Kolompai serta pembuatan turap dan penataan halaman Balai Basarah, kemudian untuk Keamanan & Fasilitas Jalan Warga meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya agar membatasi dan melarang truk tangki kapasitas 10.000 liter maupun unit kendaraan besar milik perusahaan melewati jalan umum Saripoi.
Hal ini dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan, memicu kerusakan aspal, serta dikhawatirkan mempercepat terjadinya longsor di titik jalan yang kondisinya sudah curam dan kritis dan juga termasuk Kebersihan Lingkungan menyiapkan tong sampah untuk setiap RT di Kelurahan Saripoi serta penyediaan unit mobil pengangkut sampah dan untuk Utilitas & Pertanian: Rehab sarana air bersih di wilayah RT 2 dan RT 3, permohonan agar jaringan listrik PLN masuk ke wilayah Dahuan, serta bantuan pengadaan bibit dan pupuk bagi kelompok tani, ucapnya.
Selain persoalan infrastruktur dan keamanan jalan, masyarakat Kelurahan Saripoi juga menyampaikan aspirasi mengenai kebersihan lingkungan. Warga mengusulkan penyediaan tong sampah untuk setiap RT serta unit kendaraan pengangkut sampah.
Pada sektor utilitas dan pertanian, masyarakat meminta rehabilitasi sarana air bersih di wilayah RT 2 dan RT 3, perluasan jaringan listrik PLN hingga wilayah Dahuan, serta bantuan pengadaan bibit dan pupuk untuk kelompok tani.
Bebie mengatakan seluruh aspirasi yang diperoleh selama reses akan dihimpun sebagai bahan evaluasi dan diperjuangkan dalam agenda kerja DPRD Murung Raya. Menurutnya, masukan langsung dari masyarakat menjadi salah satu bahan penting dalam mendorong perbaikan pelaksanaan program pembangunan pemerintah daerah.
Sebagai anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Bebie juga menegaskan fungsi pengawasan DPRD tetap akan dijalankan untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan. Pengawasan tersebut, kata dia, bukan untuk mencampuri teknis pelaksanaan, melainkan memastikan proses pembangunan berlangsung transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Politisi PDI Perjuangan Murung Raya ini menegaskan seluruh catatan hasil reses akan menjadi bahan utama dan prioritas dalam agenda kerja, pembahasan kebijakan, maupun penyusunan anggaran di lingkungan DPRD Murung Raya.
“Saya pastikan setiap aspirasi yang bapak, ibu, dan saudara sekalian sampaikan hari ini akan saya bawa, perjuangkan, dan awasi pelaksanaannya. Program pembangunan harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kebijakan di atas kertas,” pungkasnya.

















































































