Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi program pendayagunaan ekonomi produktif bagi para mustahik yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal.
Menurutnya, program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus upaya mendorong kemandirian ekonomi umat dalam rangka pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.
"Harapannya program dari Baznas ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan karena penerima ini termasuk golongan mustahik. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi dapat menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnyan dikutip Jumat (18/9/2026).
Program pendayagunaan ekonomi produktif tersebut diluncurkan di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Rabu, 16 September 2026. Sejumlah program yang diluncurkan meliputi Z-Mart, yakni penguatan usaha perdagangan masyarakat melalui pengembangan warung atau toko produktif.
Selain itu, terdapat Z-Auto berupa pemberdayaan ekonomi melalui usaha jasa otomotif, Z-Laundry yang memberikan peluang usaha di bidang jasa laundry, serta Z-Barber sebagai program pemberdayaan masyarakat melalui usaha jasa pangkas rambut.
Baznas Kendal juga menghadirkan ZCD-Pupuk Organik Reaksi Cepat "Pro Tani" yang memadukan pemberdayaan ekonomi, peternakan, pertanian, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Bupati Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari, menegaskan kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kendal dan Baznas perlu terus diperkuat. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkab Kendal dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Melalui zakat produktif, kemanfaatannya diharapkan semakin meluas. Mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf kehidupannya," harapnya.
Sementara itu, salah satu pimpinan Baznas RI, Mokhamad Mahdum, mengapresiasi langkah Baznas Kendal yang dinilai serius dalam menjalankan program pendayagunaan ekonomi produktif.
"Saya sangat mengapresiasi Baznas Kendal yang sangat support untuk melaksanakan program pendayagunaan ekonomi produktif," ungkap Mahdum.
Menurut Mahdum, pemanfaatan zakat untuk kegiatan produktif merupakan bagian dari amanah konstitusi dan juga telah didukung regulasi Kementerian Agama. Program tersebut diharapkan dapat mendorong penerima bantuan agar semakin mandiri secara ekonomi.
"Intinya bisa digunakan untuk produktif, Tujuannya agar para penerima bantuan ini tidak bergantung lagi pada Baznas. Harapannya ke depan ekonominya meningkat dan mereka mampu bersedekah bahkan berzakat," jelasnya.
Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda, menjelaskan penerima bantuan merupakan mustahik yang sebelumnya telah memiliki usaha berskala kecil. Mereka dinilai memiliki potensi untuk berkembang, namun masih membutuhkan tambahan modal.
"Mereka sudah berstatus usaha kecil, bukan dari nol, tetapi mereka benar-benar mustahik. Kita tambahkan modal agar usaha mereka lebih berkembang lagi," ungkapnya.
Syamsul memaparkan, besaran bantuan modal yang diberikan kepada masing-masing mustahik bervariasi sesuai dengan jenis usaha. Untuk program Z-Laundry, bantuan yang diberikan mencapai Rp15 juta, sementara Z-Auto sebesar Rp15 juta dan Z-Mart sebesar Rp8 juta.
Selain memberikan bantuan permodalan, Baznas Kendal juga memastikan setiap penerima mendapatkan pendampingan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan. Pendampingan tersebut diberikan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha.
"Setiap program kita dampingi. Misalnya Z-Barber kita latih selama 10 hari, Z-Laundry kita latih tiga hari, dan yang lainnya juga kita dampingi," pungkas Syamsul Huda.

















































































