Surabaya, Gesuri.id — PDI Perjuangan menerjunkan tim relawan dan bantuan logistik secara bertahap untuk menembus wilayah-wilayah terisolasi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, membeberkan beratnya medan geografis serta ancaman krisis pangan yang kini membayangi para pengungsi.
Risma mengungkapkan bahwa penyisiran warga di kawasan pegunungan harus dilakukan secara manual dari rumah ke rumah karena jarak antardusun yang sangat berjauhan.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
"Kondisi geografisnya sangat menantang. Kami pernah berjalan kaki 8 hingga 10 jam karena jarak antar-rumah cukup jauh. Kami menyisir satu per satu, bahkan sempat menemukan anak dengan kondisi patah tulang berat pada pukul 22.00 WITA yang tidak bisa mencari bantuan karena lokasinya sangat terpencil," kata Risma usai konsolidasi partai di Hotel Vasa Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Menurut mantan Menteri Sosial tersebut, ribuan gempa susulan yang terjadi setiap 15–30 menit sekali memicu trauma mendalam pada warga. Alhasil, masyarakat memilih bertahan di luar rumah meski hanya beratap terpal seadanya.
"Kami kirimkan tenda khusus karena di beberapa titik pengungsian mereka hanya menggunakan terpal terbuka, sehingga kalau malam banyak yang mengeluh kedinginan," tuturnya.
Penderitaan pengungsi makin berat akibat musibah ganda yang melanda Kabupaten Ngada. Selain gempa, serangan hama tikus merusak lahan pertanian warga hingga memicu gagal panen massal. Risma menyebut sisa hasil bumi warga kini hanya mencapai 25 persen, yang secara langsung mengancam ketahanan pangan di masa pengungsian.
Untuk menangani kebutuhan mendesak di wilayah pesisir yang terisolasi, Risma memastikan armada laut telah dikerahkan beserta tenaga medis dan bantuan spesifik.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Kami telah memberangkatkan Kapal Laksamana Malahayati yang membawa sepuluh dokter untuk memberikan pelayanan medis berkeliling. Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) juga memerintahkan untuk melengkapi bantuan khusus bagi perempuan, anak-anak, kebutuhan ibu hamil, hingga nutrisi spesifik seperti susu bayi prematur," tambahnya.
Menyambung hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa koordinasi bantuan gelombang ketiga terus dimaksimalkan dengan melibatkan seluruh jajaran partai, termasuk Ganjar Pranowo dan Ribka Tjiptaning. Kapal Malahayati diperkirakan membutuhkan waktu 3 hingga 5 hari perjalanan untuk menjangkau titik-titik pengungsian di Flores.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (23/8/2026), gempa M7,7 yang mengguncang NTT telah merenggut 87 korban jiwa, melukai 1.298 orang (336 di antaranya luka berat), serta memaksa 150.576 jiwa mengungsi. Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur tercatat sebagai dua wilayah dengan dampak kerusakan terparah.

















































































