Jakarta, Gesuri.id - Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam Munajat Pemkab Beltim Bulan September 2026 di Gedung Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Beltim, Desa Baru, Manggar, Rabu (02/09/26) malam.
“Kita sekarang hidup di tengah arus informasi yang begitu cepat, sehingga sebelum sempat kita memastikan kebenarannya, informasi sudah menyebar ke mana-mana dan perbedaan pendapat pun mudah berkembang menjadi perdebatan bahkan perselisihan,” kata Kamarudin.
Munajat tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dengan lantunan zikir dan doa bersama. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiah sekaligus menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta perlindungan Allah SWT bagi masyarakat dan Kabupaten Beltim.
Munajat malam itu secara khusus dilaksanakan bagi Tim Munajat dan anggota MUI Kabupaten Beltim. Selain zikir dan doa bersama, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh agama, dan masyarakat.
Menurut Kamarudin, keberadaan ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu menyikapi perkembangan informasi secara bijaksana.
“Saya berharap para ulama dan tokoh agama terus memberikan pencerahan, khususnya kepada generasi muda, agar kita tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas, serta tetap menjaga kepedulian, kerukunan, dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan pembangunan daerah dan upaya menjaga kondisi Kabupaten Beltim tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dukungan para ulama, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat diperlukan untuk menjaga suasana daerah tetap aman, rukun, dan nyaman.
“Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tentu tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan para ulama, tokoh agama, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Belitung Timur tetap aman, rukun, dan nyaman bagi kita semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kamarudin juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun di wilayah Kabupaten Beltim. Doa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah kondisi daerah yang membutuhkan curah hujan.
“Saya mengajak masyarakat untuk sama-sama berdoa, mudah-mudahan hujan segera turun di Kabupaten Belitung Timur,” pungkasnya.
*Munajat untuk Keberkahan dan Keselamatan*
Ketua Umum MUI Kabupaten Beltim, KH. Suyatno Taslim, mengatakan munajat bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon agar Kabupaten Beltim senantiasa mendapatkan keberkahan serta dijauhkan dari berbagai bencana.
“Dengan doa munajat bersama di Sekretariat MUI ini, mudah-mudahan Belitung Timur mendapatkan berkah dan magfirah dari Allah. Mudah-mudahan kita dijauhkan dari bencana,” ujar KH. Suyatno.
Selain memanjatkan doa untuk keselamatan daerah, KH. Suyatno mengingatkan masyarakat agar menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, doa perlu dibarengi dengan perilaku yang baik, kesabaran, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan yang akan datang dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan hasil yang kita harapkan bersama, terutama agar generasi muda kita kuat imannya, kuat ibadahnya, tekun dalam pendidikan dan semakin terampil untuk masa depannya,” tuturnya.
KH. Suyatno menambahkan, dalam munajat tersebut juga dipanjatkan doa khusus agar hujan segera turun di Kabupaten Beltim. Turunnya hujan diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kebakaran yang dapat terjadi akibat kondisi lingkungan yang kering.
Meski demikian, masyarakat tetap diingatkan untuk menjaga lingkungan dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memicu terjadinya bencana.
Munajat Pemkab Beltim Bulan September 2026 tersebut pun menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga keamanan, kerukunan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, dan masyarakat, Kabupaten Belitung Timur diharapkan senantiasa berada dalam kondisi aman, damai, serta mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

















































































