Ikuti Kami

Kamarudin Muten Dorong Pertanian dan Agribisnis Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi Daerah

"Bukan berarti tambang tidak boleh, boleh! Sangat baik dengan harga yang bagus sekarang."

Kamarudin Muten Dorong Pertanian dan Agribisnis Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi Daerah
Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten.

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten mendorong sektor pertanian dan agribisnis menjadi salah satu fondasi kemandirian ekonomi daerah di tengah ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertambangan timah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen bersama di area persawahan Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (27/8/2026).

"Bukan berarti tambang tidak boleh, boleh! Sangat baik dengan harga yang bagus sekarang. Tapi kita harus persiapkan pasca tambang itu apa yang harus kita kerjakan. Jangan semua ketergantungan dengan tambang," ujar Kamarudin dalam paparannya, Kamis (27/8/2026).

Panen bersama tersebut digelar sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat daerah. Lahan pertanian yang dipanen memiliki luas sekitar 5 hektare dengan hasil mencapai sekitar 7-9 ton dalam satu kali panen.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu diikuti Kamarudin bersama jajaran Forkopimcam dan para petani. Suasana kegiatan semakin terasa dengan nuansa pertanian ketika para tamu disuguhi berbagai hasil panen lokal, seperti jagung rebus, semangka merah, hingga pisang hasil garapan warga.

Dalam arahannya, Kamarudin membakar semangat para petani untuk terus mengembangkan sektor agribisnis. Ia menilai pertanian perlu dipersiapkan secara matang sebagai salah satu sektor ekonomi yang dapat menopang masyarakat ketika sumber daya tambang mulai berkurang.

Menurut Kamarudin, pemerintah daerah harus mulai memikirkan sektor ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa sumber daya pertambangan timah pada akhirnya akan habis sehingga masyarakat tidak boleh sepenuhnya bergantung pada sektor tersebut.

Karena itu, Kamarudin meminta organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Pertanian, lebih aktif menjemput berbagai program bantuan berupa peralatan maupun anggaran yang tersedia di Kementerian Pertanian.

Ia meminta jajaran OPD tidak hanya menunggu instruksi dari kepala daerah, tetapi bergerak cepat memanfaatkan berbagai peluang dan program pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan pertanian di Belitung Timur.

Selain penguatan sektor pertanian, Kamarudin menyoroti besarnya peluang pasar dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut dapat menjadi pasar yang potensial bagi hasil produksi petani lokal.

"Di Belitung Timur saja ada 14 SPPG. Kalau kita tidak mulai tanam dari sekarang, belanjanya keluar Pulau Belitung. Jangan sampai kebutuhan kita didatangkan dari luar semua," ucapnya.

Kamarudin berharap kebutuhan pangan untuk pelaksanaan MBG dapat dipenuhi sebanyak mungkin dari hasil produksi masyarakat lokal. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku agribisnis daerah.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwan Fahrozi, para staf ahli bupati, unsur Forkopimcam, serta puluhan anggota Kelompok Tani "Bina Tani".

Kegiatan panen bersama ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan kelompok tani dalam meningkatkan produksi pangan serta mempersiapkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi Belitung Timur secara berkelanjutan.

Quote