Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti kondisi pelayanan air bersih bagi masyarakat saat mengunjungi Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya. Ia menemukan masih ada warga yang terpaksa menggunakan air yang dinilai tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Lasarus menyebut cakupan pelayanan air bersih di Kubu Raya saat ini baru sekitar 20,7 persen. Sementara tahun ini terdapat tambahan anggaran sekitar Rp89 miliar untuk mendukung peningkatan pelayanan air bersih.
“Kalau masuknya anggaran ini nanti paling nambah sekitar tiga persen. Anggaplah jadi 23 persen maksimal. Sisanya masih ada 77 persen yang belum terlayani,” ujar Lasarus, Senin (24/8/2026).
Dalam kunjungannya, Lasarus juga melihat langsung kondisi sumber air yang digunakan sebagian masyarakat. Air tersebut tampak tercampur limbah rumah tangga sebelum kemudian disedot dan ditampung warga untuk digunakan kembali.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci.
“Air ini sangat-sangat tidak layak. Saya rasa ini harus menjadi perhatian pemerintah supaya ini cepat diatasi,” tegasnya.
Lasarus meminta agar masyarakat yang berada di jalur-jalur utama dan masih menghadapi kondisi air seperti itu dapat menjadi prioritas dalam perluasan jaringan pelayanan air bersih.
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pengelola layanan air minum untuk mempercepat pembangunan jaringan tambahan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber air yang tercemar.
“Kalau bahasa saya, ini kumuh. Ini sangat-sangat tidak manusiawi kalau air seperti ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Lasarus.
Lasarus berharap persoalan air bersih di Parit Baru dan kawasan lainnya di Kubu Raya segera mendapatkan solusi konkret melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola layanan air minum.

















































































