Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Dr. Toni Supi, menginstruksikan seluruh kader partai untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Instruksi tersebut diwujudkan dengan mengerahkan tiga armada kendaraan pengangkut air untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
“Jangan hanya melihat masalah ini sebelah mata. Mari kita bahu-membahu membackup kinerja BPBD Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dalam melayani masyarakat, terutama kebutuhan air bersih,” tegas Toni.
Toni menegaskan persoalan air bersih tidak boleh dipandang sebagai masalah biasa. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kemarau yang berkepanjangan.
Karena itu, kader PDI Perjuangan diminta bergerak bersama pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air bersih.
Instruksi tersebut kemudian diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Armada pengangkut air PDI Perjuangan dikerahkan ke Desa Kinali untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus memastikan proses distribusi berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Jesica Jacobus, S.IP., yang ikut bersama armada distribusi mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Menurutnya, distribusi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sitaro, Moghtar Kaudis, mengatakan keterlibatan partai dalam penanganan kekeringan merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap pemerintah daerah.
“Kami diperintahkan langsung oleh ketua DPC untuk bersama-sama membantu pemerintah daerah kita mengatasi kekeringan air untuk masyarakat,” ujar Moghtar.
Moghtar menegaskan, aksi sosial tersebut tidak dimaksudkan sebagai panggung politik. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih harus menjadi prioritas tanpa dibarengi kepentingan politik.
“Hal ini bukan pencitraan bagi kami sebagai partai berlambang kepala banteng. Kami tidak mengarahkan masyarakat ketika memerlukan air harus bersimpati dengan PDI Perjuangan. Hal tersebut masih terlalu jauh untuk hal itu,” katanya.
Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dalam menghadapi kekeringan dapat terus diperkuat. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, BPBD, organisasi politik, komunitas, dan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menghadapi kondisi ini demi Sitaro Maju Bersama dan Sitaro Masadada,” pungkasnya.

















































































