Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, mengapresiasi upaya masyarakat dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat saat berkunjung ke Bank Sampah Induk Pojok Nusantara yang dikelola Agung di Kabupaten Serang.
“Dari Sampah, Ada Nilai dan Manfaat,” ujar Politisi PDI Perjuangan tersebut seperti dikutip di Instagram pribadinya, Senin (10/8/2026).
Menurut Sarifah yang akrab disapa Teh Sarifah, langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah dapat memberikan dampak besar, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Teh Sarifah melihat langsung aktivitas pengelolaan sampah yang dilakukan Bank Sampah Induk Pojok Nusantara. Saat ini, bank sampah tersebut memiliki sekitar 320 nasabah aktif yang secara rutin menabung sampah.
Para nasabah mengumpulkan berbagai jenis sampah yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Rata-rata, setiap nasabah dapat menyetorkan sekitar 100 kilogram sampah terpilah setiap bulan dengan nilai mencapai kurang lebih Rp200 ribu.
Program tersebut menunjukkan bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara baik dan dilakukan secara konsisten.
Selain mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah, Bank Sampah Induk Pojok Nusantara juga aktif melakukan sosialisasi ke berbagai tempat. Edukasi pengelolaan sampah dilakukan mulai dari posyandu, masjid, hingga sekolah.
Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran sejak dini bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengelola lingkungan, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah program “Tong Sampah Kotak Amal” yang ditempatkan di sejumlah masjid. Melalui program tersebut, masyarakat dapat ikut beramal dengan membawa botol plastik, gelas plastik, maupun kaleng untuk dikumpulkan dan kemudian dikelola melalui bank sampah.
Program ini menjadi salah satu bentuk partisipasi sosial masyarakat yang memadukan kepedulian terhadap lingkungan dengan semangat berbagi.
Tahun ini, Bank Sampah Pojok Nusantara juga telah ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang sebagai Bank Sampah Induk. Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas peran bank sampah dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sarifah menilai keberadaan bank sampah dapat menjadi contoh bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan terdekat.
Memilah sampah dari rumah, menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai guna, serta membangun kebiasaan menjaga lingkungan merupakan langkah kecil yang apabila dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak luas.
Selain membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan, pengelolaan melalui bank sampah juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, Teh Sarifah berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat. Keberhasilan Bank Sampah Induk Pojok Nusantara dengan ratusan nasabah aktif menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dari rumah, sekolah, posyandu, hingga tempat ibadah, gerakan pengelolaan sampah dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
Bank Sampah Induk Pojok Nusantara pun menjadi salah satu contoh bagaimana sampah tidak selalu berakhir sebagai persoalan. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat memiliki nilai ekonomi, memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus membantu menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.

















































































