Jakarta, Gesuri.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru, Zulkardi, menyebut sekitar 750 warga telah mengajukan validasi dan perubahan data desil melalui Fraksi PDI Perjuangan. Langkah tersebut dilakukan karena masih ditemukan ketidaksesuaian antara data desil yang ditetapkan pemerintah dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.
"Kami meminta seluruh masyarakat Kota Pekanbaru untuk hadir ke Fraksi PDI Perjuangan membawa data, di antaranya KTP dan foto rumah," kata Zulkardi, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Zulkardi mengatakan, Fraksi PDI Perjuangan membuka ruang bagi masyarakat Kota Pekanbaru yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Masyarakat dapat membawa dokumen pendukung untuk dilakukan validasi dan pengajuan perubahan data.
Menurutnya, penetapan desil saat ini menjadi salah satu acuan dalam menentukan penerima bantuan sosial (bansos). Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan warga kurang mampu yang masuk dalam kategori Desil 5 hingga 10 sehingga tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan.
Ia menjelaskan, setiap hari Senin, staf Fraksi PDI Perjuangan membantu masyarakat melakukan validasi sekaligus menginput perubahan data desil. Program tersebut telah berjalan sekitar satu bulan dan terus dimanfaatkan masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data.
"Hari ini masuk data ke PDI Perjuangan itu ada sekitar 750 masyarakat," ucapnya.
Zulkardi menuturkan, banyak masyarakat yang datang setelah mengecek data desil dan menemukan adanya perbedaan dengan kondisi kehidupan mereka sehari-hari. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti agar data yang digunakan dalam penyaluran bansos dapat lebih sesuai dengan keadaan masyarakat.
Ia mencontohkan adanya warga yang tercatat dalam Desil 9, tetapi kondisi rumahnya masih berupa rumah papan dan bahkan belum memiliki lantai yang layak.
"Karena hari ini banyak desil 9, tapi setelah dia cek kenapa dia tidak sering dapat bantuan, dicek dari bansos keluar desilnya desil 9. Sementara rumahnya ada yang rumah papan, bahkan juga tidak ada lantai," jelasnya.
Kondisi tersebut, kata Zulkardi, menjadi salah satu alasan Fraksi PDI Perjuangan membantu masyarakat melakukan validasi data. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara data desil dengan kondisi ekonomi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan perubahan berdasarkan data dan dokumen pendukung yang disampaikan.
"Jadi inilah salah satu cara PDI Perjuangan membantu masyarakat untuk menurunkan desilnya," pungkasnya.

















































































