Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, menyerukan pentingnya penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat. Seruan tersebut ia sampaikan dalam agenda sosialisasi yang berlangsung di Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur, dengan melibatkan berbagai unsur komunitas setempat.
“Kondisi perekonomian yang tidak mudah membutuhkan kekuatan solidaritas dan kerja bersama. Empat Pilar Kebangsaan menjadi jangkar agar bangsa ini tidak kehilangan arah,” ujarnya dikutip Jumat (6/3).
Dalam pemaparannya, Mufti menyebut Indonesia sedang berada dalam pusaran tantangan yang berlapis, mulai dari ketidakpastian geopolitik dunia, isu ketersediaan pangan, hingga tekanan ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat. Ia berpandangan bahwa prinsip-prinsip yang termuat dalam Empat Pilar Kebangsaan masih sangat kontekstual untuk menjadi pegangan kolektif bangsa.
Ia juga mengulas bahwa konsep Empat Pilar Kebangsaan diperkenalkan pada masa kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas saat menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Pilar tersebut mencakup Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Mufti, Pancasila menempati posisi fundamental sebagai dasar negara sekaligus panduan moral dalam kehidupan berbangsa. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai tersebut digali oleh Soekarno dari akar budaya Nusantara dan pertama kali disampaikan dalam pidato 1 Juni 1945.
Selain itu, Mufti juga mendorong masyarakat untuk mengaktualisasikan semangat gotong royong dan kepedulian sosial secara nyata. Ia menilai perhatian terhadap kondisi tetangga dan lingkungan sekitar menjadi langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga ketahanan sosial, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok.
“Pastikan lingkungan terdekat kita dalam keadaan baik. Jangan biarkan ada saudara kita yang kekurangan tanpa uluran tangan,” pesannya.
Di samping penguatan solidaritas sosial, Mufti juga menggarisbawahi pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama serta sikap saling menghormati perbedaan etnis dan latar sosial. Menurutnya, kemajemukan merupakan kekuatan yang harus dirawat demi menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah maupun nasional.
“Keberagaman adalah realitas yang menyatukan kita dalam bingkai Indonesia. Tanpa persatuan, mustahil cita-cita pembangunan bisa terwujud,” tegasnya.

















































































