Ikuti Kami

Nasionalisme Pemuda Harus Diwujudkan dengan Keberanian Membela Keadilan

Nasionalisme tidak cukup ditunjukkan melalui simbol dan slogan, tetapi juga tindakan nyata untuk memastikan berpihak ke rakyat.

Nasionalisme Pemuda Harus Diwujudkan dengan Keberanian Membela Keadilan
Kader PDI Perjuangan Jonathan Dwi Saputra Tumanggor, S. Sos.

Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan Jonathan Dwi Saputra Tumanggor, S. Sos., menilai semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui keberanian generasi muda dalam menyuarakan kritik, memperjuangkan keadilan, dan membela kepentingan masyarakat. 

Menurutnya, nasionalisme tidak cukup ditunjukkan melalui simbol dan slogan, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk memastikan Indonesia berpihak kepada rakyat.

“Bagi saya, pemuda tidak cukup hanya dituntut untuk mencintai Indonesia, tetapi juga harus berani mengkritik ketika ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Nasionalisme bukan tentang seberapa sering kita mengibarkan bendera atau meneriakkan kata merdeka, melainkan tentang keberanian menjaga keadilan, membela kepentingan masyarakat, dan tidak menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.

Jonathan mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan keberanian dalam menyampaikan aspirasi. 

Ia menilai Indonesia tidak hanya membutuhkan pemuda yang bangga terhadap sejarah bangsa, tetapi juga generasi yang mampu berpikir kritis dan berpartisipasi aktif dalam menentukan arah masa depan negara.

“Sumpah Pemuda harus menjadi keberanian untuk bersatu sekaligus keberanian untuk bersuara. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan pemuda yang bangga terhadap sejarahnya, tetapi juga pemuda yang mau berpikir kritis, berani mempertanyakan ketidakadilan, dan mengambil bagian dalam menentukan masa depan Indonesia,” ucap Jonathan yang juga Staf Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Dameria Pangaribuan tersebut.

Menurut Jonathan, semangat perjuangan para pemuda pada masa lalu harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk tidak bersikap pasif ketika menghadapi persoalan sosial. Keberanian menyampaikan kritik, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperjuangkan kehidupan masyarakat yang lebih adil.

“Jangan sampai generasi yang dahulu bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan justru meninggalkan generasi penerus yang takut bersuara ketika melihat ketidakadilan. Sebab, mencintai Indonesia bukan berarti membenarkan segala sesuatu yang dilakukan atas nama negara, melainkan berani memperjuangkan agar Indonesia benar-benar berpihak kepada rakyatnya,” tegasnya.

Ia berharap generasi muda dapat memaknai Sumpah Pemuda bukan sekadar sebagai peristiwa bersejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan sebagai landasan untuk membangun kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta berani memperjuangkan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Ikuti rangkaian publikasi Sumpah Pemuda ini dan sambut Merah Muda Fest pada 25 Oktober 2026. Mari lanjutkan semangat Sumpah Pemuda dengan menjadi bagian dari Millennium Public Pulse 28 pada 28 Oktober 2028. Informasi lebih lanjut mengenai acara dapat diakses melalui merahmudafest.com.

Quote