Jakarta, Gesuri.id - Aroma Khas Bagea, Gurihnya ikan teri, manis alami gula kelapa, hingga lezatnya baby cumi dan kacang mente dari Sulawesi Tenggara sukses menarik perhatian pengunjung dalam Festival Wisata Kuliner Nusantara yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno di Pamulang Square, Kota Tangerang Selatan, pada 12-14 Juni 2026 yang dibuka Langsung oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto pada Jumat (12/6/2026) malam.
Kegiatan yang diadakan oleh DPD PDI Perjuangan Banten ini diikuti sejumlah DPD dan DPC dari berbagai Daerah termasuk DPD Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang diadakan oleh DPD PDI Perjuangan Banten ini diikuti sejumlah DPD dan DPC dari berbagai Daerah termasuk DPD Sulawesi Tenggara.
Mengusung tema "Satu Rasa, Satu Bangsa, Sajian Nusantara", DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara hadir membawa beragam produk unggulan daerah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner kepada masyarakat Indonesia
Berbagai produk khas Dari Stan DPD PDI Perjuangan Sultra dipamerkan dalam festival tersebut, mulai dari gula kelapa, Bagea, kacang mente, jipang, ikan teri, baby cumi hingga aneka produk olahan lokal lainnya yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat dan memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional.
Ketua DPC PDI Perjuangan Buton Selatan, Karlina Sukarman, mengatakan bahwa produk yang ditampilkan Stan DPD Sultra merupakan representasi kekayaan kuliner dan hasil olahan dari Berbagai wilayah Di Sultra.
"Oleh-oleh yang kami tampilkan ini merupakan produk khas dari Berbagai Wilayah di Sultra, Khusus Buton Selatan sendiri memiliki potensi besar pada komoditas jambu mete. Sengaja kami hadirkan dalam festival ini untuk menunjukkan bahwa Sultra memiliki kekayaan produk yang luar biasa sekaligus menjadi bahan evaluasi dan dorongan agar UMKM yang ada semakin berkembang," ujar Karlina, Sabtu (13/6/2026), dilansir dari divisi88news.com.

Menurut Karlina, keikutsertaan dalam festival tersebut bukan sekadar menghadirkan produk untuk dipasarkan, melainkan membawa misi yang lebih besar, yakni memperkenalkan potensi daerah dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.
"Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sulawesi Tenggara memiliki banyak produk unggulan yang berkualitas dan layak bersaing. Di balik setiap produk yang dipamerkan ada kerja keras para pelaku UMKM yang harus terus didukung agar tumbuh, berkembang, dan semakin sejahtera," katanya.
la menegaskan bahwa semangat Bulan Bung Karno harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan. Salah satu bentuk nyata keberpihakan tersebut adalah memberikan ruang promosi yang luas bagi produk-produk lokal agar mampu meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi masyarakat.

















































































