Manggarai, Gesuri.id — Momen hangat mewarnai tenda darurat SD Inpres Robo dan SMPN Satap Robo di Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Pinka Haprani, turun langsung berbaur bersama ratusan anak korban gempa magnitudo 7,7.
Bersama belasan relawan dan mahasiswa asal Ruteng, Pinka menggelar kegiatan trauma healing untuk mengembalikan keceriaan anak-anak pascabencana. Suasana tenda yang menggantikan ruang kelas rusak tersebut mendadak riuh oleh tawa saat para siswa diajak bernyanyi, menggambar, membaca, mendengarkan dongeng, hingga bermain bersama.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Kegiatan ini digelar untuk memulihkan trauma anak-anak pascagempa. Para korban berhak mendapatkan pendampingan psikososial agar rasa takut dan cemas mereka perlahan hilang," ujar Pinka dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9).
Aksi kemanusiaan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP TMP Rio Dondokambey dan Bendahara Umum DPP TMP Stephanie Octavia, yang keduanya juga merupakan Anggota DPR RI Fraksi PDIP. Bupati Manggarai, Heribertus Nabit, turut mendampingi jalannya acara dan menyambut positif langkah ini. Heribertus mengonfirmasi bahwa pendampingan psikososial bagi anak-anak akan berlanjut selama 2–3 bulan ke depan.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Selain dukungan moral, tim relawan menyalurkan berbagai bantuan material, di antaranya:
- Perlengkapan Edukasi & Olahraga: Buku gambar, buku cerita, bola voli, bola kaki, dua gitar akustik, dua set speaker portabel, serta 30 unit sepeda anak.
- Logistik & Nutrisi: 700 paket sembako untuk para orang tua dan asupan susu khusus bagi anak-anak PAUD.
Kepala SD Inpres Robo, Selviani Diata, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan kepada para siswanya. Menurutnya, pemulihan mental anak-anak pascabencana membutuhkan proses yang berkelanjutan.
"Pihak sekolah berharap kegiatan trauma healing ini dapat dilakukan secara terus-menerus hingga kondisi psikologis anak-anak benar-benar pulih dan siap menghadapi masa pemulihan," tutur Selviani.

















































































