Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyambangi rumah duka Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob saat kericuhan unjuk rasa di Jakarta. Kedatangan Rano sekaligus menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum.
“Sebetulnya (ke sini) sudah dari hari pertama, ya itu lah tugas kan mesti dibagi. Kami mengurus yang lain,” kata Rano di rumah duka, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025).
Bang Doel, sapaan akrabnya, tampak didampingi sejumlah kader PDI Perjuangan. Menurut Rano, kehadirannya merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada keluarga korban agar tetap tabah menghadapi musibah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya memberi perhatian kepada keluarga Affan.
Selain Rano, sejumlah politisi PDI Perjuangan juga datang untuk bertakziah. Mereka adalah anggota DPR RI Adian Napitupulu, Once Mekel, dan Selly Andriany Gantina. Ketiganya masuk ke rumah duka secara bergantian, mengingat lokasi rumah yang berada di gang sempit dan hanya dapat menampung beberapa orang sekaligus.
Di sekitar lokasi, karangan bunga memenuhi area gang sebagai ungkapan belasungkawa dari berbagai pihak. Papan-papan ucapan duka cita datang dari tokoh politik, organisasi masyarakat, hingga komunitas ojek online yang merasa kehilangan sosok Affan.
Affan Kurniawan, pemuda berusia 21 tahun, meninggal dunia setelah mobil rantis Brimob melindasnya pada Kamis (28/8/2025). Peristiwa itu terjadi di tengah bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Kejadian tragis ini kemudian memicu gelombang aksi lanjutan dari berbagai elemen masyarakat yang menuntut keadilan.
Pasca insiden, unjuk rasa semakin meluas. Massa melakukan aksi protes di sejumlah titik Jakarta hingga memicu kerusuhan. Beberapa kantor polisi menjadi sasaran kemarahan warga, termasuk aksi perusakan fasilitas umum. Situasi ini mendapat sorotan publik luas dan menambah tekanan kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus kematian Affan.
Kehadiran Rano Karno dan para politisi PDI Perjuangan di rumah duka dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah sekaligus solidaritas politik. Sejumlah warga yang hadir juga berharap agar kematian Affan tidak sia-sia dan bisa menjadi momentum perbaikan dalam penanganan aksi demonstrasi di Jakarta.