Ikuti Kami

Rocky Gerung–Risma Kunjungi Bekas TPA yang Disulap Jadi Taman Harmoni Surabaya

Takjub Melihat Taman Harmoni, Rocky: Risma Memang “Penggila Taman”

Rocky Gerung–Risma Kunjungi Bekas TPA yang Disulap Jadi Taman Harmoni Surabaya

Surabaya, Gesuri.id — Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung tampak sumringah saat mengunjungi Taman Harmoni Surabaya bersama Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini serta jajaran pengurus PDI Perjuangan, Sabtu (17/1/2026).

Rocky mengaku kagum terhadap gagasan kepemimpinan di Surabaya yang mampu mengubah bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi ruang publik yang hijau dan fungsional.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

“Setelah dari kawasan mangrove yang menghasilkan ekosistem penting, saya diperkenalkan ke lahan seluas sekitar 8,5 hektare yang sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah,” ujar Rocky.

Melihat transformasi tersebut, Rocky mengaku memahami mengapa Risma kerap dijuluki “penggila taman”. Namun, ia menegaskan bahwa julukan tersebut bermakna positif.

Menurutnya, Risma memiliki pemahaman yang kuat mengenai kebutuhan warganya. Bukan hanya sebagai wali kota, tetapi juga sebagai sosok yang memahami dimensi psikologis masyarakat—bahwa ruang hijau dan taman berperan penting dalam menjaga kestabilan suasana hati manusia.

Sebagaimana diketahui, data Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya hingga 2023 mencatat sekitar 949 taman aktif tersebar di berbagai wilayah Kota Pahlawan. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring pembangunan ruang terbuka hijau di sejumlah kawasan.

“Kalau ada orang yang anti taman, artinya dia tidak menyukai suasana yang hidup. Itu cara berpikir yang keliru,” kata Rocky, disampaikan dengan nada berseloroh.

Lebih jauh, Rocky menilai banyaknya ruang terbuka hijau menunjukkan bahwa Surabaya telah memenuhi kriteria kota yang ideal. Menurutnya, sebuah kota setidaknya harus memiliki tiga indikator utama: fasilitas umum yang memadai seperti trotoar yang ramah pejalan kaki, taman kota, dan perpustakaan.

Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik

“Tanpa ketiga hal itu, sebuah wilayah belum layak disebut kota. Infrastruktur kota itu fungsinya untuk menghangatkan manusia, menjadi ruang persahabatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, taman bukan sekadar ruang hijau, melainkan ruang sosial.
“Taman itu tempat orang bertemu, bahkan jatuh cinta. Karena itu taman selalu menghidupkan suasana. Inilah yang perlu dipahami publik: kota hanya bisa disebut kota jika ada perpustakaan, trotoar, dan taman,” pungkas Rocky.

Quote