Ikuti Kami

Rokhmin: Usaha Integrasi Kambing Garut & Lele Bioflok di Samadikun, Model Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Berkelanjutan

Penilaian tersebut disampaikan Rokhmin saat melakukan kunjungan pada masa reses untuk melihat langsung praktik integrated farming.

Rokhmin: Usaha Integrasi Kambing Garut & Lele Bioflok di Samadikun, Model Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Berkelanjutan
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS., saat melakukan kunjungan pada masa reses untuk melihat langsung praktik integrated farming yang memadukan sektor peternakan dan perikanan secara efisien.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menilai usaha integrasi peternakan kambing Garut pedaging dan budidaya ikan lele bioflok di Kelurahan Samadikun, Kota Cirebon, sebagai model pemberdayaan ekonomi rakyat yang berkelanjutan. 

Penilaian tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan pada masa reses untuk melihat langsung praktik integrated farming yang memadukan sektor peternakan dan perikanan secara efisien.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah karena masa reses ini selalu bisa diisi dengan kegiatan produktif. Kali ini saya mengunjungi usaha integrated farming yang menggabungkan peternakan kambing dan budidaya ikan lele,” kata Prof. Rokhmin, Rabu (14/1).

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Rokhmin menyaksikan bagaimana limbah kotoran kambing tidak lagi diperlakukan sebagai sampah, melainkan diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian di sekitar lokasi.

Sementara itu, kolam-kolam bioflok dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele dengan tingkat efisiensi yang tinggi, sehingga konsep zero waste benar-benar diterapkan secara nyata.

Rektor Universitas UMMI Bogor itu mengaku terkesan dengan performa budidaya lele yang dijalankan. Tingkat kelangsungan hidup ikan dinilai sangat tinggi, seiring dengan efisiensi pakan yang optimal dalam sistem bioflok.

“Survival rate ikan lele mencapai lebih dari 95 persen. Bahkan Food Conversion Ratio (FCR) hanya 0,8—artinya 0,8 kg pakan bisa menghasilkan 1 kg daging lele. Ini luar biasa efisien,” jelasnya.

Sebagai Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Rokhmin memandang model integrasi kambing dan lele ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain. 

Menurutnya, praktik yang dijalankan di Samadikun dapat menjadi percontohan bagi daerah pesisir dan sentra peternakan di Cirebon dan sekitarnya.

Ia berharap model tersebut dapat diperluas penerapannya, tidak hanya di Kecamatan Kejaksan, tetapi juga ke Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, hingga Indramayu, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Mudah-mudahan dengan menyebarkan model integrasi kambing dan lele ini, masyarakat pesisir Cirebon dan Indramayu bisa semakin sejahtera. Inilah bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis lokal yang berkelanjutan,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004.

Quote