Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan menyatakan dukungannya terhadap usulan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, untuk menunda rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India.
Kendaraan tersebut rencananya akan digunakan untuk operasionalisasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Wasekjen DPP PDI PerjuanganAdian Napitupulu, menegaskan bahwa langkah penundaan ini penting untuk memastikan kebijakan tersebut tidak merugikan industri otomotif nasional.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
“Menurut kita, dan saya setuju kemarin salah satu pimpinan DPR mengatakan bahwa kita tunggu dulu ya. Kita tunggu dulu,” ujar Adian dalam konferensi pers di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Adian menekankan pentingnya verifikasi terhadap ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ia mempertanyakan apakah rencana impor tersebut sudah sejalan dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
“Rata-rata pabrikan di sini sudah mencapai 40 persen (TKDN). Apakah kemudian impor dari India ini juga memenuhi kriteria itu?” tanya Sekjen Pena 98 tersebut.
Ia memperingatkan agar kehadiran produk impor tidak sampai mematikan pasar produsen yang sudah berinvestasi dan membangun basis produksi di dalam negeri.
Baca: Ganjar Pranowo Bongkar Akar Sistemik Korupsi
“Jangan sampai pabrikan yang sudah membangun di Indonesia dan memenuhi 40 persen TKDN kehilangan kesempatan karena hal-hal lain,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang rencana impor massal tersebut.
Dasco berharap Presiden membahas detail rencana ini setibanya dari kunjungan kerja luar negeri. Selain terkait koordinasi, penundaan ini dimaksudkan agar pemerintah dapat menghitung kembali kesiapan serta kapasitas perusahaan otomotif dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan armada Koperasi Merah Putih.

















































































