Ikuti Kami

Aria Bima:Warga NU Sadar dan Tegas Menjaga Indonesia Sebagai Bagian dari Iman

Aria Bima menyoroti beberapa alasan mengapa warga Nahdliyyin dianggap sebagai garda terdepan penjaga pilar bangsa:

Aria Bima:Warga NU Sadar dan Tegas Menjaga Indonesia Sebagai Bagian dari Iman
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an II, Simo, Boyolali, Kamis (26/2).

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menegaskan pentingnya menjaga ideologi bangsa dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an II, Simo, Boyolali, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, muncul istilah menarik keselamatan Indonesia bergantung pada akronim ‘PBNU’.

Istilah ini pertama kali dilontarkan oleh pengasuh Ponpes Nurul Qur’an II, Kiai Darmadji, saat memberikan sambutan di hadapan para santri. Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan bukanlah hal asing bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) karena nilai-nilainya sudah menyatu dalam identitas mereka.

“Empat pilar kebangsaan itu adalah ‘PBNU’. Apa itu? Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Selama berpegang pada ‘PBNU’ itu, Indonesia akan tetap selamat selamanya,” ujar Kiai Darmadji.

Aria Bima mengamini pernyataan tersebut. Ia menilai warga NU memiliki “resep” khusus dalam menghayati nilai kebangsaan, yakni melalui lagu ‘Ya Lal Wathon’. Menurutnya, lirik lagu tersebut merupakan manifestasi nyata dari rasa nasionalisme yang religius.

“Lagu Mars Ya Lal Wathon tegas mengandung semangat kebangsaan yang sangat kental dan agung. Lirik ‘Pusaka hati, wahai tanah airku, cintaku dalam imanku’ menunjukkan bahwa warga NU secara sadar dan tegas menjaga Indonesia sebagai bagian dari iman,” papar Aria Bima.

Dalam paparannya, Aria Bima menyoroti beberapa alasan mengapa warga Nahdliyyin dianggap sebagai garda terdepan penjaga pilar bangsa:

1. Integrasi Iman dan Negara: Cinta tanah air bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari keyakinan agama.

2. Kesiapan Menghadapi Ancaman: Lirik “Siapa datang mengancammu, ‘kan binasa di bawah durimu” menjadi simbol ketegasan warga NU terhadap pihak yang ingin merusak kedaulatan NKRI.

3. Kemudahan Implementasi: Warga NU dianggap tidak akan kesulitan mengamalkan Empat Pilar karena nilainya sudah mendarah daging dalam tradisi pesantren.

“Selama warga NU menghafal dan menghayati makna lagu ‘Ya Lal Wathon’, mereka pasti sudah menjalankan dan mengamankan empat pilar kebangsaan,” pungkas politisi senior tersebut.

Quote