Ikuti Kami

Sejak September, Ketua DPRD Tulungagung Marsono Salurkan 50 Ribu Bibit Kopi Dukung Program Ketahanan Pangan

Penyaluran bibit sekaligus penanaman bersama ini merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah digalakkan sejak September 2025.

Sejak September, Ketua DPRD Tulungagung Marsono Salurkan 50 Ribu Bibit Kopi Dukung Program Ketahanan Pangan
Marsono saat menyalurkan bantuan 10.000 bibit kopi di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, dikutip pada Selasa (6/1/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggalakkan penanaman kopi di sejumlah wilayah rawan bencana sebagai wujud komitmen DPRD Kabupaten Tulungagung dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan hidup.

“Kami menanam kopi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat Desa Wonorejo,” kata Marsono saat menyalurkan bantuan 10.000 bibit kopi di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, dikutip pada Selasa (6/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Marsono menyalurkan 10.000 bibit kopi yang ditanam di lahan seluas 1 hektare milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan 4 hektare lahan Kelompok Tani Hutan (KTH). Penyaluran bibit sekaligus penanaman bersama ini merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah digalakkan sejak September 2025.

"Sebanyak 10.000 bibit kopi kami serahkan hari ini untuk ditanam bersama. Ini sudah berlangsung sejak September lalu, sehingga total bibit kopi yang telah kami distribusikan kepada masyarakat mencapai 50.000 bibit,” jelas Marsono.

Anggota DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung itu menuturkan, gerakan tanam kopi di Desa Wonorejo sejalan dengan tema Hari Tani Nasional 2025, yakni Bumi Lestari, Petani Berdikari, yang menekankan pentingnya kemandirian petani sekaligus pelestarian lingkungan.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga memastikan kualitas bibit kopi yang dibagikan kepada masyarakat karena berasal dari kelompok binaannya. Ia menilai kopi merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik dan tepat.

“Kabupaten Tulungagung memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Kecamatan Pagerwojo,” terangnya.

Marsono optimistis pengembangan kopi dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Ia pun berharap masyarakat Desa Wonorejo dapat merawat dan memelihara tanaman kopi yang telah ditanam bersama tersebut.

Kegiatan penanaman kopi ini menjadi simbol sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat desa dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Quote