Jakarta, Gesuri.id - Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menegaskan bahwa perhatian utama PDI Perjuangan saat ini difokuskan pada penanganan masyarakat pasca bencana, sesuai dengan arahan langsung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Yang jelas ini kan pasca bencana ya. Justru inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari kita semua,” ujar Sri Rahayu dalam wawancara dengan Alvin Cahya dari Gesuri.id di lokasi kegiatan kemanusiaan, Tapanuli Tengah, Kamis (22/01).
Ia menyampaikan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan secara khusus memerintahkan agar seluruh jajaran partai tetap menjalankan kerja-kerja kemanusiaan secara menyeluruh. Tidak hanya bantuan sosial berupa bahan makanan, tetapi juga menyentuh kebutuhan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak
“Perintah Ibu Megawati jelas, kita tetap melakukan kegiatan kemanusiaan. Baksos yang dimaksud itu bukan hanya bahan makanan, tapi juga kebutuhan orang tua, anak-anak sekolah, dan praktik sosial untuk kesehatan,” tegasnya.
Menurut Sri Rahayu, kondisi pasca bencana sangat rentan memunculkan berbagai persoalan kesehatan. Debu, air yang kurang sehat, serta tempat tinggal sementara di tenda-tenda pengungsian menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyakit, terutama bagi anak-anak.
“Pasca bencana ini pasti akan terjadi gangguan kesehatan. Debu banyak bisa menyebabkan sakit pernapasan, anak-anak batuk-batuk, airnya juga kurang sehat sehingga bisa menimbulkan penyakit kulit, gatal-gatal, dan lain-lain,” jelasnya.
Karena itu, PDI Perjuangan juga memberikan perhatian pada pemberian vitamin dan layanan kesehatan. “Apapun kondisinya, karena mereka masih tinggal di tenda-tenda, ini perlu perhatian khusus,” tambahnya.
Selain kesehatan fisik, Sri Rahayu menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi warga terdampak, terutama anak-anak. “Bukan trauma healing secara formal ya, tapi psikologinya yang perlu dibantu, terutama anak-anak,” katanya.
Ia juga mengungkapkan fakta di lapangan bahwa masih banyak rumah warga yang tertimbun material bencana dan korban yang belum ditemukan. Meski pencarian resmi telah dihentikan, PDI Perjuangan melalui BAGUNA tetap berupaya membantu dalam batas kewenangan dan prosedur yang ada.
“Memang sekarang pencarian sudah berhenti, tapi PDI Perjuangan punya BAGUNA. Mereka tetap bisa membantu hal-hal yang berkaitan dengan jenazah atau saudara-saudara kita yang masih tertimbun, tentu dengan koordinasi karena ini butuh alat berat,” ujarnya.
Terkait sinergi dengan pemerintah, Sri Rahayu menepis anggapan bahwa PDI Perjuangan bekerja sendiri tanpa melibatkan pihak lain.
“Oh enggak. Pemerintah kan punya SOP sendiri. Kita juga punya SOP. Kalau perlu kerja sama, kita kerja sama. Terbukti bantuan kesehatan kita juga bekerja sama dengan tim kesehatan pemerintah, dan tenda yang kita pakai juga dari BNPB,” jelasnya.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani Ambil
Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan selalu bersinergi di daerah-daerah yang membutuhkan kolaborasi, namun juga siap bergerak mandiri untuk kerja-kerja kemanusiaan.
“Kalau kita bisa bersinergi, kita bersinergi. Tapi kalau kita bisa berjalan sendiri untuk kerja kemanusiaan, ya kita akan lakukan,” katanya.
Dengan struktur partai yang lengkap dari DPP hingga DPC, Sri Rahayu memastikan kader PDI Perjuangan terus turun langsung menemui masyarakat dan menyerap aspirasi di lapangan.
“Yang paling penting itu kita ketemu masyarakat, dengar apa kebutuhannya. Tadi ada aspirasi soal air bersih, saluran yang tertimbun minta digali, sampai kebutuhan pendidikan seperti seragam dan sepatu sekolah. Selama bisa kita bantu, akan kita bantu,” pungkasnya.

















































































