Jakarta, Gesuri.id - Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyatakan sektor pertanian di Kabupaten Minahasa terdampak musim kemarau yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan terakhir.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pengairan menjadi tantangan utama bagi para petani di sejumlah wilayah.
”Jadi seperti kita ketahui bersama bahwa kita mengalami musim kemarau ini sudah hampir 3 bulan, dan tentu sektor pertanian yang ada di Kabupaten Minahasa terdampak,” ujar Vanda saat meninjau langsung kondisi pertanian di lahan pertanian Desa Parepei, Kecamatan Remboken, Minahasa, dikutip Jumat (2/10/2026)
Dalam kunjungan kerja tersebut, Vanda berdialog langsung dengan Kelompok Tani Lepo Weru untuk menyerap aspirasi para petani terkait ketersediaan sumber air serta sarana pendukung pertanian di tengah kemarau.
Tak hanya berdialog, Vanda juga turun langsung ke ladang untuk melakukan penyiraman tanaman. Ia turut menanam cabai rawit bersama para petani setempat sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan peminjaman dua unit pompa air untuk jangka waktu satu bulan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani yang memiliki lahan di sekitar sumber air.
Sementara itu, untuk wilayah lain yang mengalami kekeringan, pasokan air turut dibantu menggunakan mobil tangki PDAM. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak kemarau.
Dari hasil dialog di lapangan, para petani mengonfirmasi bahwa ketersediaan pupuk di wilayah tersebut masih aman dan tidak mengalami kendala berarti.
Dengan demikian, tantangan utama yang dihadapi petani saat ini berkaitan dengan manajemen pengairan akibat cuaca panas yang berlangsung berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat tanaman harus mendapatkan penyiraman secara rutin agar tetap dapat tumbuh.
Selain intervensi jangka pendek, Pemkab Minahasa juga berkomitmen memperjuangkan kebutuhan pertanian untuk jangka panjang. Salah satunya dengan mengajukan permohonan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kementerian Pertanian RI.
Alsintan yang diajukan antara lain berupa traktor dan mesin pompa air. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana pendukung pertanian sekaligus membantu petani menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu produktivitas lahan.
Kegiatan peninjauan dan dialog tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Minahasa Christin Moniung-Tampaguma, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, serta Camat Remboken Eigtmi Moniung.

















































































